994 Paket Tabloid Indonesia Barokah Masuk Pacitan

91

PACITAN – Hampir seribu paket berisi tabloid Indonesia Barokah masuk ke Pacitan. Hasil penelusuran badan pengawas pemilu (bawaslu) setempat, 994 paket sudah sampai di Kantor Pos Pacitan Jumat lalu (25/1). ‘’Kami minta ditahan dulu untuk tidak disebarkan,’’ kata Ketua Bawaslu Pacitan Berty Stevanus kemarin (28/1).

Berty mengungkapkan bahwa permintaan itu merupakan instruksi dari Bawaslu RI. Pasalnya, tabloid serupa juga ditemukan hampir di seluruh Indonesia. Pun isi tabloid terindikasi condong ke salah satu paslon presiden-wakil presiden. Meski kontennya tak didapati ada unsur kampanye. ‘’Saat ini, Bawaslu RI sedang menyerahkan masalah ini ke dewan pers,’’ ujarnya.

Meski telah ditahan, namun beberapa eksemplar tabloid telah terkirim ke beberapa kecamatan di Pacitan. Di antaranya, Tegalombo dan Arjosari. Distribusi di kedua kecamatan itu tanpa melalui Kantor Pos Pacitan. Bawaslu pun meminta ditarik. ‘’Saat ini semua sudah ditarik dan disimpan di Kantor Pos Pacitan,’’ ungkapnya.

Meski demikian, pihaknya mencatat beberapa taloid telah sampai di tangan pembaca. Umumnya ditujukan ke tempat ibadah seperti masjid, musala, juga pondok pesantren di Pacitan. Dari total 994 peket, 49 di antaranya telah sampai tujuan. Yakni, satu paket di Kecamatan Pacitan, dua paket di Punung, serta 28 paket di Donorojo. ‘’Untuk Punung, kebetulan dibuka anggota panwascam dan langsung dilaporkan ke kami untuk ditindaklanjuti,’’ terangnya.

Saat ini, lanjut Berty, 994 paket tersebut telah dikumpulkan di Kantor Pos Pacitan. Hasil pemeriksaan didapati seluruh paket dikirim hanya menggunakan kode portofolio serta alamat tak jelas, yakni: Redaksi Tabloid Indonesia Barokah, Pondok Melati-Bekasi. Pengirim melalui kantor pos dengan stempel pos Jakarta Selatan. ‘’Saat ini kami tidak berhak menahan paket tersebut lantaran tak menimbulkan gunjingan di Pacitan,’’ paparnya.

Sementara untuk versi digitalnya, bawaslu setempat belum menemukan indikasi tersebut. Dia berharap masyarakat cermat dan cerdas menggali informasi terkait Pemilu 2019. Bila mendapati kejanggalan serta ada indikasi propaganda dan unsur SARA, masyarakat diharap melapor ke pihaknya.  (mg6/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here