96 Sekolah di Ponorogo Rusak Berat

62

PONOROGO – Meski molor, perbaikan ruang kelas III SDN 1 Karangjoho sudah menemukan jalan terang. Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo memastikan perbaikan itu dimulai pertengahan bulan ini. Proses penyusunan detail engineering design (DED) telah rampung. Anggaran perbaikan dari dana alokasi umum (DAU) itu siap dikucurkan.

Rusaknya ruang kelas III SDN 1 Karangjoho bukanlah satu-satunya potret suram pendidikan di Ponorogo. Masih ada puluhan gedung sekolah dasar yang perlu perhatian. Dari total 587 sekolah dasar baik swasta atau negeri, 96 sekolah di antaranya rusak berat.

Tahun ini baru 46 sekolah yang mendapat bantuan perbaikan ruang. Dana perbaikan bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) 2019. ‘’Kami sebenarnya sudah mengajukan 96 sekolah untuk perbaikan yang didanai DAK dan direalisasikan tahun ini. Tapi turunnya segitu,’’ kata  Kabid Pembinaan Sekolah Dasar Dindik Ponorogo Imam Musholih.

Imam membeberkan anggaran DAK yang bakal direalisasikan tahun ini senilai Rp 10,7 miliar. Anggaran tersebut dialokasikan untuk perbaikan 109 ruangan yang ada di 46 sekolah. Perbaikan itu diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di daerah setempat. ‘’Agar dapat memberikan pendidikan layak kepada para siswa,’’ lanjutnya.

Dia menjelaskan pengkategorian kerusakan gedung berdasarkan penilaian berdasarkan instrumen yang telah ditetapkan. Untuk gedung sekolah yang mengalami kerusakan sebesar 30-45 persen termasuk kategori rusak sedang. Sementara kerusakan gedung mencapai 45-65 persen termasuk kategori rusak berat. ‘’Salah satu contohnya ruang kelas III SDN 1 Karangjoho itu masuk kategori rusak berat, mencapai 60%,’’ ungkapnya.

Sementara kerusakan gedung sekolah yang mencapai 65-90 persen termasuk kategori rusak total. Biasanya sekolah-sekolah yang termasuk dalam kategori ini, kata dia, gedung sekolah yang terdampak bencana alam. ‘’Misalnya roboh terkena angin kencang ataupun longsor dan bencana lainnya, masuk dalam kategori ini,’’ sambungnya.

Terkait dengan sisa sekolah rusak yang belum tersentuh perbaikan, pihaknya memastikan tahun ini akan kembali mengajukan. Agar tahun mendatang dapat direalisasikan. ‘’Yang penting sekolah kami juga minta untuk tertib administrasi. Terlebih urusan administrasi di data pokok pendidikan (dapodik),’’ tuturnya.

Hanya saja, dia mengimbau sekolah agar tertib mengisi administrasi di dapodik. Jangan sampai, lanjut dia, kejadian dapodik SDN 1 Karangjoho terulang. ‘’Kalau memang rusak berat, diganti datanya rusak berat. Jangan dibiarkan (laporannya) tetap terisi baik. Kalau seperti itu usulan yang kami teruskan ke pusat mental,’’ ucapnya. (mg7/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here