PendidikanPonorogo

95 Persen SDN di Ponorogo Tak Penuhi Pagu

Buka PPDB Offline tanpa Batas Waktu

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Sekitar 95 persen sekolah dasar negeri (SDN) di Ponorogo gagal memenuhi pagu. Hingga hasil penerimaan peserta didik baru (PPDB) online diumumkan 1 Juli lalu, hanya lima persen yang tercukupi. ‘’Bagi sekolah yang belum memenuhi pagu dapat melaksanakan PPDB offline,’’ kata Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan (Dindik) Ponorogo Imam Muslihin Kamis (2/7).

Imam mengatakan, tahapan PPDB online SDN dimulai 15 Juni. Yakni, pengambilan formulir pendaftaran. Lalu, pengembalian sekaligus entri data 22 hingga 27 Juni. ‘’Sekitar lima persen SDN yang bisa memenuhi target pagu. Setelah diumumkan, ada beberapa sekolah yang melapor masih ada calon peserta didik belum mendaftar,’’ ujarnya.

Total SDN di Bumi Reyog 569 lembaga. Sementara, total pagu seluruh SDN 16 ribu lebih. ‘’Pengalaman tahun lalu, per kecamatan rata-rata pagu terpenuhi di setiap sekolah hanya 55 persen,’’ sebut Imam.

Rendahnya hasil PPDB online, kata dia, disebabkan banyak faktor. Pun tingkat SD berbeda dengan SMP. Di tingkat SMP, calon peserta didik lebih tertib aturan dan jadwal. ‘’Sedangkan di tingkat SD masih ada saja calon peserta didik yang belum mendaftar sampai tahapan selesai. Karena awalnya anak tidak mau. Ini masih kita beri kesempatan,’’ jelasnya.

Pihaknya masih akan menghitung lagi setelah PPDB offline selesai. Sebab, sekolah digelar tanpa batas waktu. Bahkan jika hingga tahun ajaran baru dimulai masih ada pagu, sekolah masih bisa menerima calon peserta didik baru. ‘’Asalkan di SDN tersebut pagunya belum terpenuhi. Untuk PPDB SD, masyarakat betul-betul dipermudah,’’ klaimnya. (naz/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close