9 Mobil Digembok, 27 Motor Digembosi

358

MADIUN – Model penindakan baru berupa penggembokan dan penggembosan bagi para pelanggar parkir mulai diterapkan oleh petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Madiun kemarin (7/2). Uji coba penindakan itu diberlakukan di sejumlah ruas jalan. Mulai Jalan Jawa, Jalan Pahlawan, Jalan HOS Cokroaminoto, dan Jalan H Agus Salim.

Operasi tersebut merupakan tindak lanjut rapat koordinasi dishub dengan Polres Madiun Kota serta satpol PP. Pada pukul 08.30, petugas gabungan dari dishub dan kepolisian lebih dahulu mengadakan apel aparat (APP).

Menjelang pukul 09.00, aparat gabungan bergerak menuju Jalan Jawa. Di sana dishub menggembok sebuah mobil Grand Livina yang terparkir di dekat traffic light. Mobil milik pegawai bakorwil itu kemudian digembok. Pemiliknya pun dikenai sanksi denda Rp 100 ribu. ’’Saya tidak tahu kalau parkir di sini juga dikenai sanksi penggembokan. Karena setahu saya, hanya di garis kuning V yang dilarang untuk parkir. Makanya tadi saya sempat protes,’’ kata Bambang, pegawai Bakorwil Madiun, saat ditemui di lokasi.

Rombongan kemudian bergerak ke Jalan Pahlawan. Jalan tersebut kerap macet karena perilaku parkir sembarangan. Di situ juga ditemukan beberapa kendaraan roda dua yang diparkir di tepi jalan. Selanjutnya, sepeda motor itu digembosi dan ditempeli stiker di bagian jok.

Hal serupa dilakukan oleh petugas dishub ketika berada di Jalan HOS Cokroaminoto. Di sana juga ditemukan beberapa mobil yang diparkir di tepi kanan jalan. Sehingga mengakibatkan penyempitan bahu jalan dan kemacetan.

Seperti di seberang jalan TITD Hwie Ing Kiong. Petugas menggembok mobil Mitsubishi Pajero yang diparkir seenaknya oleh pemilik kendaraan. Beberapa sepeda motor yang kedapatan diparkir di atas trotoar juga digembosi. Total ada sekitar sembilan mobil yang digembok dan 27 unit sepeda motor yang dikenai sanksi penggembosan dari operasi penertiban parkir liar sepanjang hari kemarin.

Kepala Dishub Kota Madiun Ansar Radisi mengatakan, penindakan menggunakan gembok bagi mobil dan penggembosan ban sepeda motor merupakan salah satu terobosan dishub untuk memberikan efek jera kepada para pelanggar. Pelanggar parkir roda empat juga dikenai denda Rp 100 ribu. ’’Hal ini bertujuan memberikan efek jera bagi pelaku pelanggaran,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Madiun.

Ansar menyatakan, penindakan tersebut sengaja diterapkan. Sebab, para pengemudi maupun pengendara tidak mengindahkan aturan. Apalagi, sosialisasi sanksi larangan parkir itu sudah dilakukan sejak jauh hari. Bahkan, sanksi peringatan dan pembinaan telah diberlakukan sejak 1 Februari 2019. ‘’Saya rasa penggembokan dan denda itu sudah cukup, kalau penggembosan diterapkan bagi roda empat itu terlalu merepotkan,’’ ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa penindakan itu merupakan bagian dari aspirasi masyarakat. Mereka menghendaki adanya keselamatan bagi pejalan kaki. Khususunya di trotoar yang seharusnya tidak digunakan sebagai tempat parkir.

Karena itu, lanjut Ansar, razia yang sama akan pihaknya laksanakan secara rutin untuk menertibkan kawasan parkir liar di Kota Madiun. Pihaknya juga berupaya menanamkan budaya disiplin parkir. ’’Itu semua bertujuan melindungi keselamatan pengguna jalan termasuk menekan angka kecelakaan,’’ terang Ansar.

Sebelumnya, dishub telah melaksanakan upaya penertiban mulai 1 Februari lalu. Yakni, dengan menempelkan stiker bagi kendaraan yang melanggar ketentuan parkir. Namun, sepekan setelah itu langsung dilakukan penindakan tegas. ‘’Harapannya penindakan di sejumlah titik ini dapat membudaya. Sehingga, ke depan tercipta budaya tertib lalu lintas,’’ ucap Ansar. (her/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here