9 Bulan, Ada 1.300 Janda-Duda Baru

360

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Angka perceraian di Kabupaten Madiun tergolong tinggi. Sepanjang tahun ini, Pengadilan Agama (PA) setempat mencatat ada sekitar 1.300 kasus cerai. Dengan rata-rata per bulan terdapat 150-200 janda dan duda baru. ‘’Pada Agustus lalu saja ada sekitar 175 kasus cerai hidup,’’ kata Ketua Panitera PA Kabupaten Madiun Sugeng Hariyadi Rabu (18/9).

Jika dibandingkan tahun lalu, angka perceraian itu terdapat peningkatan. Sepanjang tahun tersebut tercatat ada sekitar 1.800 kasus cerai. Penyebabnya dipicu masalah ekonomi dan perselingkuhan. ‘’Rata-rata usia pemohon antara 25-35 tahun,’’ ujarnya.

Dari hasil persidangan, terungkap bahwa mereka yang mengajukan perceraian karena sebelumnya menikah muda. Kondisi mental yang dianggap masih labil membuat salah satu pasangan cepat menuntut cerai.  ‘’Tapi, mayoritas karena faktor ekonomi. Seperti pasangan prianya tidak mempunyai penghasilan tetap,’’ ungkap Sugeng.

Banyaknya warga Kabupaten Madiun yang menjadi buruh migran juga disebut sebagai pemicu perceraian. Pasangan yang ditinggalkan di daerah merasa tidak betah hidup sendiri. Ujung-ujungnya terjadi perselingkuhan. ‘’Seharusnya dari pemerintah desa lebih ketat lagi memberikan izin dan pemberian pemahaman terkait pernikahan,‘’ tuturnya.

Sugeng menekankan, masalah ini harus menjadi perhatian banyak pihak. Mulai kantor Kemenag, tokoh agama, hingga pemkab. Karena dalam hal ini PA hanya menjadi  fasilitator. ‘’Artinya, kasus ini memang menjadi perhatian khusus karena bisa mengakibatkan dampak yang kurang baik. Khususnya bagi mereka yag sudah memiliki anak,‘’ tandasnya. (mgc/c1/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here