80 Rumah Warga Tempursari Terendam

560

BANJIR pada Sabtu malam (18/1) lalu ternyata tak hanya melanda Kota Madiun. Tapi, juga daerah tetangga, Kabupaten Madiun. Tercatat ada sekitar 80 rumah di Desa Tempursari, Kecamatan Wungu terendam akibat luapan air Sungai Wulu.

Pantauan Jawa Pos Radar Mejayan, banjir di wilayah tersebut mencapai tinggi 80 sentimeter dan menggenangi rumah warga di 16 RT dan 2 RW. Akibat banjir puluhan kepala keluarga (KK) terisolir. Mereka tidak bisa beranjak dari tempatnya lantaran sejumlah ruas jalan tergenang. ‘’Terisolir sejak maghrib sampai Sabtu malam,’’ kata Wahyu Budianto, warga setempat.

Kendati demikian, warga di wilayah terdampak banjir itu tidak sampai mengungsi. Mereka memilih bertahan di rumahnya masing-masing. Terlebih jalan keluar dari Desa Tempursari tergenang banjir setinggi pinggang orang dewasa.

Seperti jalan desa yang menghubungkan ke Jembatan Kali Piring, jalan penghubung ke Desa Mojorayung dan jalan menuju ke Desa Bantengan. ‘’Semuanya tertutup genangan air. Kami nggak bisa ke mana–mana,’’ kata Wahyu.

Sementara itu, Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Madiun Suprijanto mengatakan, pihaknya masih belum bisa memastikan berapa jumlah pasti rumah warga yang terdampak banjir. Dia mengaku semua itu masih dalam proses pendataan.

Namun, dia memastikan beberapa ruas jalan warga tak bisa dilewati kendaraan karena tinggi permukaan air mencapai 50–80 sentimeter. ‘’Jika dipaksakan mesin kendaraan bisa rusak. untuk itulah, warga masih terisolasi,’’ ungkapnya.

Suprijanto mengungkapkan dampak banjir dialami oleh warga di Perumahan Bukit Tegal Rejo. Genangan air mencapai 80–100 sentimeter dan masuk ke dalam rumah warga. ‘’Banjir ini lebih disebabkan karena air kiriman dari Kecamatan Kare. Saat Sabtu sore (18/1), wilayah itu memang diguyur hujan deras,’’ terangnya. (mg4/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here