80 Hektare Lahan Padi Gagal Panen

40
GAGAL PANEN: Puluhan hektare lahan pertanian warga di Desa Baron layu karena kurangnya pasokan air.

MAGETAN – Masa paceklik mulai mengancam sebagian lahan pertanian di wilayah Magetan. Bahkan, beberapa sawah milik petani sudah ada yang gagal panen karena kurangnya pasokan air. ‘’Sejauh ini di Desa Baron sudah ada 80 hektare lahan padi yang gagal panen,’’ kata seorang petani setempat, Sunarto.

Diungkapkannya, persoalan ini disebabkan karena lahan pertanian sulit mendapat pasokan air. Sumur para petani sebagian sudah banyak yang mengering. Kondisi itu diperparah dengan cuaca panas sejak Mei lalu. ‘’Kalau dalam satu pekan ke depan tidak ada pasokan air lagi, bisa dipastikan dari 150 hektare seluruh lahan padi milik petani disini, sekitar 100 hektare lainnya terancam gagal panen,‘’ terang Sunarto.

Dia menambahkan aliran irigasi yang ada belum bisa mencukupi kebutuhan air seluruh lahan pertanian. Karena sebagian volume air dari saluran irigasi itu digunakan untuk produksi pengolahan pabrik gula. ‘’Untuk satu hektarenya, kerugian yang kami alami mencapai Rp 8 juta,’’ ungkap Sunarto.

Terpisah, Sekertaris Desa Baron Nanang Ari tak menampik bahwa lahan pertanian di desanya terancam paceklik. Karena memang kurangnya pasokan air dari saluran irigasi yang ada. ‘’Dari 20 strip debit air yang ada, setidaknya hanya 5 strip yang khusus untuk lahan pertanian padi,’’ ungkapnya.

Lebih lanjut, dia berharap ada solusi dari pemkab untuk mengatasi masalah ancaman gagal panen di sejumlah wilayah. Termasuk bijak dalam mengatur pasokan air dari waduk atau bendungan di Magetan untuk kebutuhan pertanian padi bagi para petani. ‘’Yang pasti, selain adanya kerugian pasokan kebutuhan pangan otomatis juga akan berkurang pada musim panen kali ini,’’ terang Nanang. (mgc/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here