8 Ribu Anggota TNI Amankan Pemilu

51

MAGETAN – Jelang tahapan pemungutan suara Pemilu 2019, potensi gangguan keamanan dan ketertiban lingkungan diprediksi meningkat. Terutama untuk kerusuhan yang melibatkan massa.

Hal itu disampaikan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI R. Wisnoe Prasetja Boedi di sela acara pembukaan TMMD di Desa/Kecamatan Poncol, Selasa lalu (26/2). Keamanan masyarakat akan menjadi prioritas pihaknya dalam membantu Polri. ‘’Kami terjunkan sekitar 8 ribu pasukan untuk membantu Polri dalam pengamanan pemilu pada April 2019 mendatang,’’ katanya.

Pihaknya pun sudah melakukan pemetaan. Wisnoe memprediksi kondisinya tidak akan jauh beda dengan pelaksanaan pilkada serentak tahun lalu. Namun demikian, pihaknya memastikan sudah menyiapkan segala sesuatunya. Termasuk sistem pengamanan dan pencegahan apabila terjadi kerusuhan massa yang disebabkan ketidakpuasan hasil pemilu. ‘’Pada intinya, kami siap melaksanakan Operasi Mantap Brata bersama Polri dan stakeholder lainnya,’’ tegas Wisnoe.

Lulusan Akmil 1986 itu juga meminta kepada masyarakat untuk ikut membantu menjaga kondusivitas pemilu. Dengan tidak mudah memercayai informasi palsu alias hoaks yang belakangan ramai beredar di media sosial (medsos). Wisnoe mengungkapkan bahwa informasi palsu semacam itu berpotensi memecah belah masyarakat. ‘’Yang jelas, (potensi) kerawanan pasti ada, termasuk saat ini sudah banyak berita hoaks yang sudah menyerang semua kalangan,’’ ujarnya.

Karena itu, pihaknya bakal intens berkoordinasi dengan kapolda terkait pengamanan pemilu di Jatim. Dia juga menekankan kepada semua anggotanya untuk bersikap netral pada ajang pesta demokrasi. ‘’Kami siap jika memang diminta untuk penambahan pasukan lagi, apabila itu memang diperlukan,’’ ucap mantan wagub Akmil tersebut. (mgc/c1/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here