Mejayan

70 ODGJ Di-Rapid Test, Seluruhnya Nonreaktif

Tak Berontak Ditusuk Jarum

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Sebanyak 10 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) sempat bikin UPT Rehabilitasi Sosial Bina Laras Kediri (RSBLK) Asrama Caruban khawatir. Mereka batuk dan pilek dalam beberapa hari terakhir.

Sempat waswas kondisi tidak fit itu mengarah gejala Covid-19. Demi memastikan tidak terpapar virus itu, 70 ODGJ yang direhabilitasi dites cepat Kamis (9/7). ‘’Hasil keseluruhan nonreaktif,’’ kata Kasi Rehabilitasi Sosial UPT RSBLK Asrama Caruban Tarmini.

Menurut dia, seandainya ada kasus reaktif atau positif, ODGJ bakal merepotkan. Kegiatan rehabilitasi tidak akan berjalan maksimal. Penyebabnya, keterbatasan perawat dan tidak punya tempat isolasi. ‘’Hanya punya dua perawat,’’ ujarnya.

Pelaksanaan rapid test berlangsung kondusif meski yang diperiksa punya gangguan kejiwaan. Satu per satu ODGJ diminta mengenakan masker, face shield, dan cuci tangan. Mereka terlihat tenang ketika jarum menusuk ujung jari tangannya. ‘’Tidak ada klien (ODGJ) yang berontak atau mengamuk,’’ katanya seraya menyebut biaya rapid test dari Pemprov Jawa Timur.

Tarmini menjelaskan, ODGJ yang direhabilitasi sudah mendapatkan penanganan medis. Tingkat gangguan jiwa di kisaran 50 hingga 70 persen. ‘’Kalau untuk petugas di sini sudah di-rapid test beberapa waktu lalu,’’ ujarnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close