7 Kendaraan Terlibat Laka, Dua Tewas

855

NGAWI – Jalanan Bumi Orek-Orek terus meminta tumbal. Kurun waktu  54 jam dari Jumat malam (22/3) sampai dini hari kemarin (24/3) terjadi empat kasus kecelakaan lalu lintas (laka lantas) melibatkan tujuh kendaraan. Akibat insiden itu,

dua nyawa melayang. ‘’Ada laka tunggal, ada juga yang tabrak lari,’’ kata Kanit Laka Polres Ngawi Iptu Cipto Utoyo.

Teranyar, laka lantas terjadi di Km 01-02 Jalan Basuki Rahmad masuk Kelurahan Margomulyo, Ngawi, sekitar pukul 02.00 kemarin. Fery Anggita Putra, 19, meregang nyawa di tempat kejadian perkara (TKP) dengan kondisi luka parah.

Kecelakaan bermula saat warga Dusun Jatirejo, Kelurahan Margomulyo, itu mengendarai Yamaha RX-King nopol AE 2901 PD dengan kecepatan tingi dari timur. Nahas, sampai di TKP motor korban menubruk Isuzu Panther nopol AE 1024 BI milik PLN yang dikemudikan Nugroho, 35, warga Desa Kwadungan Lor, Padas, dari arah berlawan. ‘’Korban menyalip motor di depannya saat berada di tikungan,’’ ungkapnya.

Sementara, Sabtu (23/3) sekitar pukul 15.30, dua bus beradu moncong di Km 21-22 Jalan Raya Ngawi-Mantingan masuk Desa Bogo, Widodaren. Insiden melibatkan bus Sugeng Rahayu nopol W 7564 UN dengan Mira nopol S 7276 US.

Sugeng Rahayu yang dikemudikan Sugiyo, 38, warga Pare, Mondokan, Sragen, melaju dari timur. Sedangkan Mira yang disopiri Teguh Priyanto, 31, asal Desa Sumurmati, Sumberasih, Probolinggo, melintas dari arah berlawanan. Usai beradu moncong, kedua bus nyungsep ke tepian jalan. ‘’Sugeng Rahayu kurang hati-hati saat mendahului kendaraan di depannya, kemudian terjadi tabrakan. Tidak ada korban dalam insiden ini,’’ ungkap Cipto.

Sekitar dua jam berselang, laka tunggal terjadi tak jauh dari TKP dua bus adu moncong. Truk boks nopol L 8114 GJ yang dikemudikan Eka Fitri Murdianto, 31, warga Desa Tambak Romo, Geneng, menabrak pohon di Km 23-24 Jalan Raya Ngawi-Mantingan masuk Desa Kucur, Widodaren. Kepala truk yang ringsek membuat kernet truk, Andrias Wicaksono, 30, warga Desa Baderan, Geneng, terjepit di ruang kemudi. ‘’Truk oleng karena jalan licin karena hujan,’’ ujar Cipto.

Sementara itu, kernet truk bos ekspedisi JNE nopol AD 1391 MO meregang nyawa di Km 573+600 tol Solo-Ngawi masuk Desa Ngale, Paron, Jumat (22/3) sekitar pukul 20.15. Kernet nahas tersebut adalah Sutoyo, 45, asal Surakarta.

Dua kakinya patah akibat terjepit kepala truk yang ringsek. Pun, kepalanya juga luka parah. Sutoyo waktu itu berkendara bersama M. Abraham, 27, juga asal Surakarta, dari arah barat. ‘’Truk menumbur kendaraan R6 di depannya yang belum diketahui identitasnya,’’ tuturnya. (den/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here