7.509 Siswa Ikuti UNBK dan UNKP

60

MADIUN – Hari ini (21/4), ujian nasional berbasis komputer (UNBK) SMP dan Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP) digelar serentak. Total ada 3.739 siswa SD/MI dan 3.770 pelajar SMP se-Kota Madiun mengikuti ujian nasional (unas). Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun berharap hasil unas tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya. Utamanya, hasil rata-rata  UNBK SMP tahun lalu bertengger peringkat ke II terbaik se-Jawa Timur setelah Kota Malang. ’’Mempertahankan itu berat. Setiap tahun yang ujian anaknya kan berbeda. Jadi, kami harus bisa mengelola anak agar bisa menerima materi pelajaran dengan baik,’’ kata Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Madiun Eny Yuanawati.

Tahun lalu, nilai rata-rata UNBK jenjang SMP mencapai 251,18 selisih 1.81 dengan Kota Malang yang tertinggi se-Jawa Timur. Hasil rata-rata UNBK SMP tahun lalu melompat dua tingkat dari tahun 2017, peringkat lima menuju terbaik ke II. Beragam faktor yang melatarbelakangi hasil tersebut. Dindik mengklaim hal tersebut menjadi gambaran kegiatan belajar mengajar (KBM) serta sarana prasarana sekolah yang semakin baik. ’’Bentuk kepedulian dan perhatian orang tua terhadap anak-anaknya juga penting,’’ jelasnya.

Bagaimana dengan persiapan UNBK dan UNKP? Eny mengaku, persiapan telah dilakukan Dindik secara maksimal. Terbaru, kata dia, Kamis (18/4) dindik menggelar pembekalan untuk seluruh pengawas UN di Wisma Haji. Terkait soal, proses sinkronisasi UNBK SMP tuntas dilaksanakan proktor selama empat kali dimulai sejak tiga bulan lalu. ’’Kalau soal ujian SD akan didistribusikan besok (hari ini, Red) dengan pengawalan kepolisian dari jam 05.30,’’ kata Eny.

Hanya saja, dia berharap tidak terjadi permasalahan teknis yang mengakibatkan pelaksanaan UNBK molor dari dari jadwalnya. Tahun lalu, dua SMP terpaksa molor karena trouble dari pusat. ’’Rodok telat, mulaine jam 08.00 nggak bersamaan dengan SMP yang lain. Saya lupa ada satu atau dua (SMP, Red). Masalah itu dari dindik diteruskan ke pusat dan terselesaikan. Sekolah yang terlambat itu mendapatkan tambahan waktu,’’ terangnya.

Sementara hasil UNKP SD, dindik memilih untuk menggandeng pihak ketiga asal Surabaya untuk screening lembar jawaban UNKP khusus soal pilihan ganda. Lanjutnya, yang tidak kalah penting dari pelaksanaan unas adalah kejujuran yang tertanam sejak dini. Ini berkaitan langsung dengan pendidikan karakter. Karena itu, sosialisasi untuk berlaku jujur gencar dilakukan. ‘’Untuk nilai kejujuran Kota Madiun sangat baik, Pak Wali menyerahkan langsung penghargaan ke sekolah-sekolah itu, ada pengukuran kejujurannya itu, saya lupa namanya, penghargaan nasional,’’ bebernya.

‘’Jadi prestasi oke, tapi jujur itu harus,’’ imbuh Eny.

Dari informasi yang dihimpun wartawan koran ini, Pemkot Madiun pernah menerima penghargaan Indeks Integritas Ujian Nasional (IIUN) tahun 2016 silam untuk tahun ajaran 2014-2015. Ada 20 sekolah di Kota Madiun yang mendapatkan penghargaan tersebut.  Penghargaan ini menegaskan sekolah telah melaksanakan unas dengan baik dan jujur. (dil/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here