65.449 Keping KTP Dimusnahkan

37

PONOROGO – Isu kerawanan politik akibat penyalahgunaan KTP yang tak berlaku diantisipasi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Ponorogo. Kemarin (19/12) 65.449 keping KTP (elektronik dan non-elektronik) dimusnahkan dengan cara dibakar. Baik yang rusak maupun yang sudah tidak berlaku. ‘’Pemusnahan KTP ini sesuai petunjuk Kemendagri,’’ kata Kepala Dispendukcapil Vifson Suisno.

Surat edaran (SE) Mendagri Tjahjo Kumolo diterima Vifson beberapa hari lalu. Isinya, memerintahkan dispendukcapil seluruh daerah untuk memusnahkan KTP yang sudah tidak berlaku. Sesuai arsip yang disimpan dispendukcapil, terdapat sekitar 50 ribu keping e-KTP dan sekitar 15 ribu KTP non-elektronik.

Seluruhnya, kata Vifson, merupakan KTP rusak dan tidak dapat digunakan. Antara lain datanya tidak relevan. Baik status, nama, hingga nomor induk kependudukan (NIK). Selain itu, ada yang secara fisik rusak. Pun lantaran pemiliknya telah mengantongi e-KTP baru, sehingga ribuan keping yang kemarin dimusnahkan tidak berlaku lagi. ‘’Intinya sudah tidak dipakai lagi karena tidak berlaku. Jadi termasuk yang rusak. Istilahnya bukan invalid,’’ ujarnya.

Vifson mengklaim puluhan ribu KTP rusak dan tidak berlaku itu sebelumnya tersimpan aman. Tak satu keping pun tercecer, seperti terjadi di sejumlah daerah. Menurut dia, selama ini prosedur pengamanan KTP rusak dan tidak berlaku mengacu aturan dari pusat. Yakni, memotong salah satu sudut kartu dan menyimpannya dalam arsip khusus. ‘’Untuk e-KTP yang belum disalurkan tapi masih berlaku, berbeda. Kami segera salurkan kepada pemohon,’’ tuturnya.

Mendagri menginstruksikan pemusnahan tersebut untuk mengantisipasi disalahgunakan terkait kepentingan politik. ‘’Kalau alasan kenapa harus dibakar, mendagri yang tahu. Yang jelas, kami selama ini sudah mematuhi seluruh prosedur dalam mengamankan KTP tidak berlaku itu,’’ bebernya. (naz/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here