Pacitan

623 Pasangan Menikah di Masa Pandemi

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Pandemi membuat sebagian orang menunda agenda. Termasuk pernikahan yang notabene sakral. Namun, sebagian memilih tetap melaksanakan prosesi itu dengan protokol kesehatan.

Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pacitan mencatat, sepanjang Maret–Mei ada 623 pasangan yang tetap memaksakan menikah di tengah pandemi. Bahkan, mayoritas menjalankan akad nikah di rumah. ‘’Yang (akad nikah) di luar kantor biasanya dilakukan di luar jam kerja,’’ kata Kasi Bimas Islam Kantor Kemenag Pacitan Mutongin Selasa (30/6).

Meski demikian, angka pernikahan tersebut mengalami penurunan sekitar 20 persen dibandingkan tahun sebelumnya di periode yang sama. ‘’Mungkin karena ada korona. Masih banyak pasangan yang menunda pernikahan,’’ ujarnya.

Mutongin menyebut, saat ini resepsi pernikahan diperbolehkan kembali digelar. Namun, undangannya dibatasi. Selain itu, harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat. ‘’Kami juga lakukan pembatasan proses akad nikah di KUA. Maksimal delapan kegiatan selama sehari,’’ jelasnya. (mg2/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close