60 Persen Wilayah Kebonagung Krisis Air Bersih, Pendistribusian Terbatas, Penanggulangan Tak Tuntas

30
DROPPING AIR: Sejumlah warga Dusun Blimbing, Klesem, Kebonagung, Pacitan, berebut jatah air kiriman dari polres setempat.

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Nafsiah, warga Dusun Blimbing, Klesem, Kebonagung, Pacitan, pulang ke rumah dengan wajah semringah. Perempuan itu kebagian jatah air bersih kiriman Polres Pacitan Selasa (13/8). Kendati bantuan yang diterima itu diperkirakan hanya cukup dua hari. ‘’Itu pun sudah ngirit untuk keperluan masak dan minum,’’ katanya.

Ribuan liter air yang di-dropping ke Dusun Blimbing terbatas. Puluhan warga berebut mendapatkan jatah tersebut. Membawa berbagai wadah seperti jeriken, gentong plastik, dan ember. Sebab, bila tidak kebagian jatah, warga harus mencari air bersih ke sumber Kali Uluh. Jarak yang ditempuh cukup jauh, memakan waktu 30 menit perjalanan. ‘’Selain itu, warga membeli air bersih, harganya Rp 15 ribu per gentong,’’ sebutnya.

Camat Kebonagung Sugeng Widodo mengungkapkan, sembilan dari 17 desa di wilayahnya terdampak kekeringan. Kondisi itu sudah berlangsung tiga hingga empat bulan terakhir. Sekitar 60 persen terdampak lantaran kondisi geografis yang berada di perbukitan. ‘’Desa Klesem ini termasuk yang terdampak parah,’’ katanya.

Sugeng menyebut, wilayahnya merupakan daerah langganan kekeringan setiap kemarau. Tren jumlah desa yang terdampak semakin meluas dari tahun ke tahun. Dropping air bersih hanya solusi jangka pendek. Perlu solusi jangka panjang untuk memutus akar persoalan. Salah satunya kemungkinan menyalurkan air dari kawasan landai ke tinggi. ‘’Sudah kami laporkan ke pemkab. Saat ini menunggu tim teknis pemkab untuk pengkajiannya,’’ ujarnya.

Sembari menunggu kajian pemkab, camat berharap pemerintah desa (pemdes) bisa membuat terobosan dalam menanggulangi kekeringan. Salah satu yang berhasil melakukannya adalah Desa Wonogondo. Pemdes setempat berani membuat sumur bor hingga kelangkaan air bersih saat kemarau bisa ditekan. ‘’Kami akan mengawal kalau bisa memanfaatkan dana desa,’’ ucap Sugeng.

Kabag Ops Polres Pacitan Kompol Sukoco menyebut, pihaknya bakal berkoordinasi dengan pemkab mencari solusi jangka panjang. ‘’Misalnya, pengadaan tandon air yang bisa dimanfaatkan untuk menampung air ketika hujan,’’ katanya. (den/c1/cor)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here