60 Hektare Lahan Padi Rusak Terdampak Banjir-Longsor

107

PACITAN – Bencana banjir dan tanah longsor di wilayah Kecamatan Kebonagung awal Desember lalu berdampak luas. Tidak hanya mengakibatkan bangunan rumah atau infrastruktur rusak. Lahan pertanian pun porak poranda. ‘’Catatan kami, sekitar 60 hektare lahan sawah terdampak,’’ kata Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Pacitan Gatot Winarso kemarin (20/12).

Apalagi, menurut Gatot, musim tanam baru dimulai. Sehingga, tanaman yang baru berumur beberapa hari, rusak dan mati diterjang banjir bercampur lumpur. Akibatnya, petani harus menanam ulang. Dengan demikian, masa tanam mundur beberapa hari. ‘’Karena para petani harus membajak ulang sawahnya dan menanami kembali,’’ ujarnya.

Dia menambahkan, kerusakan terbanyak di Kecamatan Kebonagung dan Arjosari. Untuk benih, lantaran mayoritas petani mengikuti asuransi usaha tani padi (AUTP), mereka mendapat ganti benih baru untuk tanam ulang. Jika tak masuk AUTP, pihaknya berencana mengajukan bibit baru ke pemprov. ‘’Kami belum usulkan, karena sudah tertutup AUTP. Sehingga, tak bisa mendapat bantuan lain lagi,’’ terangnya.

Gatot tak menampik beberapa lahan padi juga tertutup material lumpur dan tergerus banjir. Meski tak terlalu tinggi, dia memprediksi bakal memengaruhi hasil panen tahun mendatang. Karena itu, pihaknya bakal menggenjot produktivitas padi guna mengurangi dampak berkurangnya lahan. ‘’Kalau untuk lahan yang tertutup material pasir sudah kami usulkan untuk ditraktor (dibajak) ulang,’’ tuturnya.

Gatot menambahkan, panjangnya musim kemarau tahun ini juga turut memperparah kondisi pertanian di Pacitan. Pasalnya, hasil panen turut berkurang. Dia memprediksi tahun ini hasil panen padi bakal lebih rendah ketimbang sebelumnya. Meski tak terlalu signifikan. ‘’Kami belum selesai mendata produksi tahun ini, jadi belum tahu jumlahnya,’’ jelasnya.

Sebelumnya, banjir yang menerjang wilayah Kecamatan Kebonagung lalu membuat sebagian lahan pertanian warga tertutup material pasir. Kondisi itu dikeluhkan petani lantaran padi yang baru ditanam mati tertimbun material. Mereka memprediksi lahan tak akan sesubur sebelum banjir. (mg6/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here