5 Pekan 190 Pasutri Minta Diceraikan

102

PACITAN – Tahun 2019 baru memasuki pekan pertama Februari. Atau sekitar lima pekan. Namun, Pengadilan Agama (PA) Pacitan sudah kebanjiran 190 berkas pengajuan cerai. ‘’Mayoritas berlatar belakang faktor ekonomi,’’ kata Ketua PA Pacitan Sumarwan kemarin (7/2).

Sepanjang Januari tercatat 177 kasus, 120 di antaranya cerai gugat dari pihak perempuan. Jumlah tersebut naik signifikan dibanding Januari 2018. Yakni, 124 kasus, 88 di antaranya cerai gugat. ‘’Tapi belum tentu semua kasus yang kami proses berakhir perceraian, ada perdamaian juga,’’ ujarnya.

Merujuk Januari 2018 misalnya, hanya 48 kasus yang berujung perpisahan pasangan suami istri (pasutri). Sementara sisanya didamaikan. Dari 1.071 kasus tahun lalu, 912 kasus di antaranya berakhir cerai. Secara persentase, Sumarwan menyebut tinggi jika dibanding daerah tetangga. Sebab, penduduk Pacitan tak terlalu banyak. ‘’Ada kecenderungan meningkat setiap tahun,’’ ungkapnya.

Selain faktor ekonomi, gangguan pihak ketiga juga disebut jadi pemicu kasus perceraian. Pun dampak pernikahan dini. Tak jarang dispensasi nikah dikeluarkan, berlanjut pernikahan. Namun, hanya seumur jagung, salah satu pasangan mengajukan cerai. Sehingga, kesiapan mental juga jadi penyebab tingginya perceraian. ‘’Peran orang tua sangat penting untuk mencegah nikah dini, pun bisa mengurangi angka perceraian,’’ jelasnya. (mg6/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here