5 Bulan 1.006 Kasus DBD, 5 Meninggal

23

NGAWI – Demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi pencabut nyawa yang menakutkan. Dinas Kesehatan (Dinkes) Ngawi mencatat, sedikitnya lima nyawa melayang direnggut DBD sepanjang lima bulan terakhir.

Teranyar, DBD merenggut nyawa Anindita Keisha. Bocah lima tahun warga Jalan Baiturrahman, Beran, Ngawi, itu meninggal saat dalam perawatan di IGD RSUD dr Soeroto pada Minggu lalu (19/5). ‘’Laporan yang kami terima, dia (Anindita, Red) tidak menunjukkan tanda-tanda terserang DBD,’’ ujar Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Ngawi Djaswadi Selasa (21/5).

Djaswadi mengatakan, sepanjang Januari-Mei 2019 di Ngawi terdapat 1.006 kasus DBD. Dari jumlah hitu, 38 di antaranya tercatat sebagai dengue shock syndrome (DSS). Yakni, kondisi pasien DBD yang sudah sampai ke tahap shock yang ditandai dengan adanya pendarahan serta kejang-kejang.

Kendati demikian, Djaswadi enggan pihaknya disebut gagal dalam melakukan penangangan. Dia menyebut banyak faktor penyebab penderita DBD sampai meninggal dunia. ‘’Apakah terlambat membawa ke faskes (fasilitas kesehatan), apakah puskesmas terlambat merujuk pasien, apakah penangan rumah sakitnya, atau bisa juga kebijakan penggunaan BPJS,’’ papar Djaswadi.

Sejatinya, DBD bukan penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Hanya, nyawa taruhannya kalau tidak segera mendapat penanganan medis. Selain sederet kemungkinan penyebab kematian pasien DBD yang masih ditelisik dinkes itu, Djaswadi khawatir terhadap indikasi adanya mutasi gen pada nyamuk penyebar virus DBD.

‘’Melihat tidak adanya gejala yang dialami pasien meninggal yang terakhir itu, ada kemungkinan mutasi gen pada nyamuk. Terkait hal itu, kami akan lakukan pengambilan sampel juga untuk diujilabkan,’’ terangnya.

Selama ini, Dinkes Ngawi terus berusaha melakukan pengendalian dan pencegahan wabah DBD. Seperti telah dibentuknya kader-kader jumantik, satu rumah satu jumantik. Selain itu, pemberantasan nyamuk-nyamuk dewasa dengan fogging juga tidak ketinggalan digalakkan. ‘’Kami akan segera menindaklanjuti kasus DBD ini. Semoga, bukan mutasi gen seperti apa yang kami khawatirkan,’’ pungkasnya. (den/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here