5 Anak ”Nakal” Ikut UNBK SMP

39

PACITAN – Kenakalan remaja tak jarang menjerumuskan anak-anak di bawah umur harus berhadapan dengan hukum. Tak terkecuali yang berstatus pelajar. Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Pacitan mencatat Januari hingga April ada empat  kasus anak berhadapan dengan hukum (ABH). ‘’Sebagian masih sekolah,’’ ujar Kanit PPA Polres Pacitan Iptu Nurgianto kemarin (25/4).

Empat kasus tersebut meliputi pencurian, persetubuhan, kekerasan, serta miras. Total delapan anak telibat sebagai pelaku. Sementara dua lainnya sebagai korban. Lima di antara pelaku berstatus pelajar dan kini tengah menempuh ujian nasional berbasis komputer (UNBK) SMP. ‘’Tidak ditahan mereka masih aktif sekolah. Saat ini ikut ujian,’’ ujarnya.

Walaupun tengah berhadapan dengan hukum dan mengikuti UNBK, pihaknya tak melakukan penjagaan khusus. Pasalnya, ada penjaminnya. Mereka hanya wajib lapor ke mapolres dua kali sepekan. Itu pun di luar jam pelajaran agar tidak proses kegiatan belajar-mengajar (KBM) mereka. ‘’Absensinya Senin dan Kamis,’’ jelasnya.

Dia menambahkan secara kuantitas kasus ABH tahun ini menurun ketimbang periode sama tahun sebelumnya. Namun, secara kualitas kualitas tergolong meningkat. Tindak kriminal yang dilakukan para bocah tersebut kerap dilakukan berkelompok.  Seperti pencurian beberapa saat lalu. ‘’Yang paling berat persetubuhan di bawah umur. Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun,’’ paparnya.

Perkembangan teknologi serta minimnya pengawasan dari orang tua dituding jadi biang kriminalitas yang melibatkan anak-anak. Sebab, saat ini siapa saja dapat dengan mudah mengakses internet. Lantaran belum dewasa,  informasi ditelan mentah-mentah dan ditiru. Nur berharap peran orang tua dalam mengasuh dan menjaga anak ditingkatkan. ‘’Faktor pergaulan yang tak terkontrol dan kurang pedulinya orang tua. Mereka tidak mengontrol, tahu-tahu ada permasalahan,’’ pungkasnya. (gen/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here