Ngawi

48 Pegawai BKPP Ngawi Diisolasi

Pasca Seorang Staf Terpapar Korona

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Layanan offline Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Ngawi lumpuh. Penyebabnya, seluruh pegawai kantor tersebut harus mengisolasi diri. Langkah itu dilakukan setelah salah seorang stafnya pada Selasa lalu (7/7) dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. ‘’Sementara WfH (work from home, Red),’’ kata Kepala BKPP Ngawi Sumarsono Kamis (9/7).

Dia mengungkapkan, isolasi masal itu dilakukan atas saran Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTPP) Covid-19 Ngawi. Tujuannya agar tidak terjadi transmisi lokal di kantor setempat. Sebab, aparatur sipil negara (ASN) yang dinyatakan positif itu sempat masuk bekerja beberapa hari. ‘’Semua pegawai melakukan isolasi mandiri, termasuk saya sendiri,’’ ujarnya.

Selain harus melakukan isolasi mandiri, semua pegawai BKPP yang berjumlah 48 orang juga wajib melakukan pemeriksaan swab polymerase chain reaction (PCR). Pengambilan sampel dilakukan di laboratorium kesehatan daerah (labkesda) setempat selama dua hari terakhir. ‘’Pelayanan kepegawaian insya Allah tetap lancar karena sudah banyak yang berbasis online,’’ terang Sumarsono.

Informasi yang diperoleh Radar Ngawi, ASN yang dinyatakan positif itu terpapar virus korona awal Juni lalu setelah melayat orang tuanya di Mantingan yang meninggal.

Sejatinya, pasca melayat orang tuanya, ASN tersebut sengaja cuti beberapa hari. Setelah itu, masuk kerja lagi. Tidak lama berselang, mengambil cuti kembali karena sakit.

Setelah sembuh, pada 29-30 Juni lalu yang bersangkutan sempat ngantor lagi. Kemudian, diminta tidak masuk karena ibunya terkonfirmasi positif Covid-19. Seminggu berselang, setelah dilakukan pemeriksaan swab, yang bersangkutan juga dinyatakan positif.

Sementara, petugas Dinas Kesehatan (Dinkes) Ngawi kemarin melakukan proses disinfeksi kantor BKPP untuk memutus rantai penularan Covid-19. Juga skrining dan pemeriksaan swab seluruh pegawai. Rencananya, langkah serupa akan dilakukan tiga hari lagi guna memastikan kantor tersebut benar-benar steril dari virus korona.

‘’Untuk sementara hanya di sini (kantor BKPP, Red). Kalau nanti diketahui ada yang positif, hasil swab-nya akan dikembangkan ke kantor dinas sekitarnya,’’ kata Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Ngawi Jaswadi. (tif/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close