MagetanPendidikan

42 SDN di Magetan Kena Regrouping

Guru Disebar demi Pemerataan

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Sebanyak 42 SDN di Magetan menyisakan bangunan tanpa aktivitas. Dinas pendidikan, pemuda, dan olahraga (disdikpora) setempat melebur 83 lembaga pendidikan menjadi 41 mulai tahun ajaran 2020/2021. ‘’Dari 18 kecamatan, hanya Ngariboyo yang tidak kena regrouping,’’ kata Kabid Pendidikan Dasar Disdikpora Magetan Suroso.

Suroso menyebut, penggabungan puluhan SDN itu termaktub dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Nomor 188/183/Kept/403.013.2020 tentang Penggabungan Unit Pelaksana Teknis Daerah Satuan Pendidikan Formal Sekolah Dasar Negeri.

Lembaga yang hendak digabung sudah tidak menerima siswa pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020/2021. Calon siswa diarahkan mendaftar ke sekolah induknya kelak. ‘’Penggabungan ini sudah direncanakan dengan banyak pertimbangan,’’ ujarnya.

Alasan penggabungan antara lain meningkatkan kelancaran kegiatan belajar-mengajar (KBM). Juga efisiensi kelembagaan. Pasalnya, sekolah yang digabung rata-rata tidak memiliki kepala sekolah (kasek) definitif. Pelaksana tugas (Plt)-nya dari kepala sekolah yang menjadi bagian regrouping tersebut. ‘’Kebanyakan berada di satu halaman, dua sekolah, kaseknya satu,” ungkapnya.

Selain itu, regrouping untuk pemerataan guru. Sebagai contoh, SDN 1, 2, dan 3 Setren, Bendo, yang bakal digabung karena kekurangan tenaga pendidik. SDN 1 hanya punya lima guru, SDN 2 (tiga), dan SDN 3 (empat). KBM tidak efektif karena jumlah guru tidak sesuai dengan jumlah kelas. ‘’Guru-guru akan disebar di kecamatan yang sama,’’ ujar Suroso sembari menyebut saat ini kekurangan 1.300 guru dan berpeluang bertambah karena ada yang pensiun. (bel/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close