4.272 Siswa SMK Ikut UNBK

64

MADIUN – Ribuan siswa SMK se-Kabupaten Madiun mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tahun ini. Mereka berasal dari 28 satuan pendidikan. Meski pelaksanaan ujian berbasis online itu lebih cepat sebulan, namun sudah diantisipasi lembaga pendidikan setempat. ‘’Ada 4.272 siswa yang mengikuti UNBK hingga Kamis besok,’’ kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jatim Wilayah Madiun Supardi.

UNBK digelar tiga sesi. Mulai pukul 07.30-09.30 untuk sesi pertama, 10.30-12.30 untuk sesi kedua, dan 14.00-16.00 untuk sesi ketiga. ‘’Semua harus sesuai jadwal, tidak boleh molor hanya karena masalah di komputer,’’ ujarnya.

Selama tiga hari terakhir pelaksanaan UNBK terhitung lancar. Cuaca juga bersahabat. Kendati sempat dibayangi bencana seperti banjir dan angin kencang yang dapat memengaruhi kelancaran ujian. ‘’Tetap kami antisipasi, semua kendala masih bisa diatasi,’’ tuturnya optimistis.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang menjanjikan tidak melakukan pemadaman kecuali karena faktor alam. ‘’Tapi pernah waktu itu di Ngawi yang kebetulan listrik padam karena ada angin puting beliung, langsung diperbaiki sehingga ujian bisa lanjut,’’ papar Supardi.

Mantan kabid PAUDNI di Dinas Pendidikan Ngawi ini mengatakan bahwa sekolah sudah menyiapkan beragam strategi untuk kelancaran ujian. Apalagi UNBK digelar lebih awal sebulan. Para guru sudah menyiapkan insentif belajar pagi siswa kelas XII khususnya mapel bahasa Indonesia, matematika, bahasa Inggris, dan mapel kejuruan. Ujian yang terdiri dari tiga sesi tersebut membutuhkan sarana prasarana yang mantap agar proses ujian tidak tersendat. ‘’Alhamdulillah semuanya lancar, tidak ada masalah,’’ ucapnya.

Pihaknya sudah mengantisipasi jika terjadi gangguan seperti listrik padam maupun internet down. Sejak Januari lalu, pihaknya sudah mengantisipasi kejadian tersebut dengan menginstruksikan kepada sekolah untuk menyiapkan sarpras. Pun, harus siap-siap genset untuk berjaga-jaga jika listrik padam. ‘’Selain itu, komputer harus disiapkan, tidak boleh menumpang ke sekolah lain,’’ katanya.

Supardi mengaku sempat waswas bencana banjir yang melanda Kabupaten Madiun awal Maret lalu berdampak pada sarpras UNBK. Sebab, salah satu SMK berada di lokasi terdampak bencana banjir. Beruntung karena air tidak menggenangi komputer yang bakal digunakan untuk ujian. Air hanya merendam ruang bengkel salah satu SMK di Mejayan. ‘’Jadi, ujiannya aman-aman saja, tidak mengalami kendala,’’ ungkapnya. (fat/c1/pra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here