380 Pengayuh Becak Beradu Skill

242

KOTA – Jalan Alun-Alun Utara Ponorogo berubah jadi arena adu ketangkasan para pengayuh becak. Sekitar 380 abang becak menguji kepiawaiannya dalam menjalankan moda transportasi ramah lingkungan tersebut kemarin (18/4).

Setiap peserta diharuskan melewati traffic cones secara zig-zag serta halang rintang menyerupai angka delapan. Layaknya ujian praktik untuk mendapatkan surat izin mengemudi (SIM). Pada jalur slalom tersebut, mereka memamerkan skill masing-masing.

Beberapa abang becak terlihat kebingungan melewati obstacle yang dibuat panitia dari Polres Ponorogo. Tidak sedikit peserta terjatuh saat beraksi. Tak pelak, hal tersebut menimbulkan gelak tawa warga yang menonton.

Wabup Ponorogo Soedjarno mengungkapkan bahwa para abang becak juga punya kreativitas. Sehingga, perlu diwadahi untuk mengekspresikannya. Selain itu, sebagai hiburan bagi mereka agar tidak jenuh dengan rutinitas menarik becak setiap hari. ‘’Kami beri mereka uang transpor sebagai pengganti penghasilan menarik becak untuk satu hari,’’ katanya kemarin (18/4).

Orang nomor dua di Ponorogo itu menambahkan, acara tersebut sekaligus sebagai bentuk pembinaan kepada tukang becak. Terutama dalam mengimplementasikan UU 22/2009 tentang Lalu Lintas. ‘’Supaya mereka menyadari bahwa yang dilakukannya tidak melanggar peraturan perundang-undangan,’’ ujar Soedjarno.

Sementra Kapolres Radiant berharap kepada masyarakat tidak memanfaatkan bentor (becak bermotor) sebagai alat transportasi. Sebab, sesuai peraturan perundang-undangan dilarang. Selain itu, ketika terjadi kecelakaan, klaim jaminan keselamatan tidak bisa dicairkan. ‘’Jadi, lebih baik menggunakan becak kayuh,’’ tuturnya.

Sebelum adu ketangkasan, sebanyak 380 abang becak mengikuti karnaval. Wabup Soedjarno juga ikut menumpang becak keliling alun-alun Ponorogo. Sementara kapolres mengayuh becak tanpa kenal lelah. (her/c1/sat/adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here