67

Kasus Kebakaran SMPN 12: Polisi Selidiki Unsur Kesengajaan

MADIUN – Penyebab kebakaran ruang kelas SMPN 12 masih menjadi misteri. Berbagai kemungkinan mengemuka dan berpeluang menjadi penyebab ludesnya tiga ruang kelas plus satu gudang itu. Termasuk di antaranya unsur kesengajaan. ’’Masih belum ada titik terang,’’ kata Kasat Reskrim Polres Madiun Kota AKP Logos Bintoro.

Pasca-insiden kebakaran Senin sore (29/10), Logos sering berkunjung ke SMPN 12. Seperti kemarin siang, dia tampak berada di TKP bersama Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim. Tim yang dia bawa dari Surabaya itu kemarin membawa sejumlah sampel dari lokasi kebakaran diduga bermula. Yakni, di seputaran gudang di barat deretan ruang kelas VIII. ’’Beberapa sampel ini akan dibawa ke Surabaya untuk dianalisis. Jadi, sampai sekarang, memang masih belum diketahui apa (sebabnya),’’ ujarnya.

Logos juga berencana memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan. Dua di antaranya Yudi Arianto (kepala SMPN 12) dan Siti Khoiriah yang notabene istri penjaga sekolah. Keterangan mereka diperlukan untuk memperjelas musibah di SMPN  12 itu. ’’Kami perlu mencari tahu penyebabnya dengan mencocokkan temuan di lapangan dengan saksi,’’ tuturnya.

Adakah unsur kesengajaan? Logos buru-buru menampik. Rupanya, dia tak ingin banyak berspekulasi sebelum tim labfor tuntas menganalisis sampel temuan mereka di TKP kebakaran. ’’Nanti mereka yang berwenang terkait itu,’’ ucap Logos.

Kepada Jawa Pos Radar Madiun, Kepala SMPN 12 Yudi Arianto mengatakan kecil kemungkinan tahun ini pihaknya mendapat anggaran untuk merehab gedung kelas C, D, E, F, serta gudang yang terbakar. Namun demikian, rupanya sejak awal pihak sekolah sudah merencanakan rehab. Usulan itu tertampung di APBD 2019. ’’Tapi, masih sebatas pekerjaan DED. Sementara untuk fisiknya, tahun berikutnya,’’ beber Yudi.

Sekretaris Dewan Pendidikan (DP) Eddie Sanyoto punya pandangan tersendiri. Indikasi yang mengemuka dan telah dia dengar, ada dugaan korsleting jadi penyebab api menghanguskan ruang kelas dan gudang. Namun, dia tak yakin. ’’Umumnya korsleting itu kalau penggunaan listriknya over sampai menjalar banyak kabel. Tapi, kan ini gudang. Adakah kesengajaan? Wallahu alam,’’ ucap Eddie.

Eddie menyarankan pemerintah untuk segera merespons dengan melakukan perbaikan. Menurutnya, memungkinkan menggunakan pos belanja tidak terduga di APBD 2019 yang memang dipersiapkan untuk hal-hal yang diakibatkan force majeure seperti di SMPN 12. ’’Kalau untuk P-APBD 2018, kecil kemungkinan. Saya kira di APBD 2019 bisa, atau jika tidak, bisa melalui P-APBD 2019,’’ jelasnya. (naz/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here