Setahun, 3.174 Kali Pelanggaran Melawan Arus Lalu Lintas

67

MADIUN – Sebagian warga Kota Karismatik gemar melawan arus lalu lintas. Buktinya, Satlantas Polres Madiun Kota mencatat dari 7.874 pelanggaran lalu lintas sepanjang tahun ini, didominasi melawan arus. Polisi pun tak segan mengambil sikap tegas.

Mulai hari ini (30/10) hingga 12 November, Operasi Zebra Semeru 2018 digelar. Salah satu tujuannya, menyikapi banyaknya pelanggaran itu. ‘’Dalam operasi ini kami utamakan tindakan represif,’’ kata Kasatlantas Polres Madiun Kota AKP Affan Priyo Wicaksono kemarin (29/10).

Affan menyebut tujuh jenis pelanggaran yang berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas (laka lantas) sepanjang tahun ini. Paling banyak melawan arus yang tercatat sampai 3.174 kali. Disusul pengendara di bawah umur 2.207 pelanggaran. Pengendara tak mengenakan helm tercatat 1.784 pelanggaran dari Januari sampai Oktober. ‘’Tujuh pelanggaran jadi prioritas penindakan,’’ ujarnya.

Empat lainnya tidak memakai safety belt (khusus pengemudi), berkendara dalam pengaruh alkohol, menggunakan ponsel saat berkendara, serta berkendara melebihi batas kecepatan. Pihaknya tak segan melakukan tindakan represif. Menurut Affan, 90 persen penindakan operasi kali ini represif, sepuluh persennya preemtif dan preventif. ‘’Kami utamakan penindakan dengan blangko tilang,’’ sebutnya.

‘’Karena di sepanjang bulan ini saja (Oktober, Red) ada banyak pelanggaran. Utamanya melawan arus (258 pelanggaran), serta belum cukup umur dalam berkendara (150 pelanggaran),’’ imbuh Affan.

Pelanggaran melawan arus lalu lintas menjadi atensinya. Sebab, itu menandakan sebagian masyarakat masih acuh terhadap aturan berlalu lintas. Namun, dia juga mencoba melihat fenomena itu dari perspektif lain. Apakah dalam jangka panjang perlu menerapkan rekayasa lalu lintas di jalan-jalan yang kerap dilanggar, perlu dikaji lebih lanjut. ‘’Kami akan kaji dan survei dulu, kemudian akan kami sampaikan ke forum LLAJ (lalu lintas angkatan jalan, Red),’’ tandasnya. (naz/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here