32 Besar Piala Indonesia: Persinga Ladeni Persebaya di Ketonggo

130

NGAWI – Teka-teki di mana Persinga menjamu Persebaya terjawab. Laskar Ketonggo hampir pasti meladeni Green Force pada leg pertama babak 32 besar Piala Indonesia 2019 di Stadion Ketonggo, 30 Januari mendatang. ’’Keputusan PSSI tetap menggunakan Ketonggo,’’ kata Manajer Persinga Didik Purwanto kemarin (20/1).

Didik mengaku baru mendapatkan kabar mengenai kepastian homebase itu, Sabtu lalu (19/1). Sebelumnya, manajemen sudah melayangkan surat ke federasi. Meski homebase sudah terang benderang, Didik belum bisa memastikan laga tersebut dengan atau tanpa penonton. Pihaknya menyerahkan keputusan itu kepada pihak keamanan. Manajemen tentu berharap Slamet ”Larso” Hariyadi dkk bisa mendapat dukungan langsung dari suporter. ‘’Kita tunggu keputusan dari pihak keamanan bagaimana,’’ pintanya.

Selain homebase, informasi lain dari PSSI adalah pengunduran jadwal leg pertama antara Persinga kontra Persebaya. Didik menyebut untuk leg pertama nanti bakal digelar 30 Januari. Sedangkan untuk leg kedua di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya akan dilangsungkan pada 7 Februari mendatang. Didik mengungkapkan bahwa saat ini pemain Persinga sedang menjalani pemusatan latihan di Jember. ’’Masih di sana (Jember, Red) sampai nanti selesai dan kembali ke Ngawi,’’ ungkapnya.

Dari histori, kemungkinan laga tersebut digelar dengan penonton sangat kecil. Apalagi dalam rapat koordinasi antara pihak panitia pelaksana (panpel) pertandingan, manajemen, dan pihak keamanan beberapa hari lalu, sudah jelas dikatakan bahwa pihak keamanan tidak mengizinkan laga itu dengan penonton. Bahkan mereka juga menilai Stadion Ketonggo tidak layak untuk menggelar pertandingan melawan klub sebesar Persebaya.

Seperti diberitakan, Kabag Ops Polres Ngawi Kompol Rudi Sesunan mengatakan bahwa dari hasil pengecekan, Stadion Ketonggo memang tidak layak untuk dipakai menjamu Persebaya. Selain banyak pecahan semen dari tribun penonton, jarak antara pagar pembatas dengan lapangan terlalu dekat. Sehingga pihaknya merekomendasikan agar pertandingan tersebut dipindahkan ke stadion yang lebih representatif. ’’Kalau dari kami siap-siap saja, asalkan pihak panpel mau bertanggung jawab atas pertandingan tersebut,’’ kata Rudi beberapa waktu lalu. (tif/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here