32.285 Jiwa Dicurigai Jadi Pemilih Siluman

73

PACITAN – Sebanyak 32.285 data dalam daftar pemilih tetap hasil perubahan (DPTHP) II Pemilu 2019 diduga invalid. Angka tersebut muncul setelah ditemukan ketidaksesuaian nomor induk kependudukan (NIK), nomor kartu keluarga (NKK), dan tempat tanggal lahir pemilih. ‘’Misalnya di NIK atau KK tidak tertulis kode Pacitan. Bukan 350 tapi 305,’’ kata Ketua Bawaslu Pacitan Berty Stevanus.

Dia mengungkapkan, temuan tersebut berawal dari laporan DPD Partai Gerindra Jatim ke Bawaslu Provinsi Jatim. Sehingga pihaknya diminta merekomendasikan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pacitan untuk melakukan pencermatan ulang DPTHP II. ‘’Kami juga berkoordinasi dengan dispendukcapil (dinas kependudukan dan catatan sipil, Red) terkait pemilih yang datanya invalid tersebut,’’ ujarnya.

Hingga kemarin pengecekan laporan data invalid tersebut masih terus dilakukan dispendukcapil. Terkait penyebab munculnya data invalid tersebut, dia enggan berkomentar banyak. Sebab, pihaknya masih menyelidiki. Namun, dia menduga tidak ada unsur kesengajaan. Namun, karena faktor human error. ‘’Akibat ngantuk mungkin, (petugas, Red.) keliru ngedit,’’ tuturnya.

Berty menyebut temuan tersebut tidak berpengaruh banyak terhadap penyaluran hak pilih. Sebab, pemilih yang datanya invalid masih bisa nyoblos. Hanya, dikhawatirkan munculnya data invalid tersebut dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggung jawab dan berujung gugatan. ‘’Ada yang curiga muncul data pemilih siluman,’’ jelasnya.

Atas temuan tersebut, KPU dan dispendukcapil direkomendasikan segera melakukan pencermatan ulang DPTHP II hingga validasi ulang. Termasuk jika ditemukan pemilih ganda. Pasalnya, pelaksanaan Pemilu 2019 tinggal tiga bulan. ‘’Setelah divalidasi, hasilnya akan kami laporkan ke Bawaslu Jatim,’’ terangnya.

Kepala Dispendukcapil Pacitan Supardiyanto berjanji bakal melakukam pemeriksaan data administrasi kependudukan (adminduk) yang direkomendasikan bawaslu. Pihaknya bakal menghitung data invalid tersebut. Dia pun belum bisa menyebut penyebab munculnya data invalid. ‘’Sepintas banyak yang pindah alamat, NIK banyak yang salah. Akan kami lakukan pengecakan,’’ katanya. (odi/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here