300 Pedagang Pasar Arjosari Bedol ke Stadion

16

PACITAN – Pasar Arjosari lenggang. Tak ada aktivitas jual beli di pasar tradisional di Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Arjosari, Pacitan,  itu. Sejak Senin (8/4) lalu, ratusan pedagangnya bedol pasar ke lokasi penampungan sementara di stadion Arjosari. ‘’Hari ini (kemarin) batas terakhir penggunaan pasar Arjosari dan semua pedagang sudah pindah,’’ kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pacitan Supomo kemarin (10/4).

Sekitar 300 pedagang tersebut harus boyongan lantaran pasar tersebut bakal dibongkar dan dibangun ulang. Kondisi pasar tradisional ini dinilai sudah tak layak. Selain uzur, lokasinya 90 sentimeter di bawah badan jalan. Sehingga, acap kebanjianr. Pun, atap sudah bocor dan berlubang. ‘’Hujan ringan saja pasti banjir. Sehingga, bangunannya harus ditinggikan,’’ ujarnya sembari menyebut anggar pembangunannya Rp 5,8 miliar.

Untuk sementara para pedagang menempati pinggir stadion Arjosari. Pihaknya telah menyediakan lapak sementara untuk mereka.  Supomo memprediksi butuh delapan bulan untuk merampungkan pembangunan pasar. Saat ini proyek ini masih dalam tahap lelang. ‘’Kemungkinan pertengahan November bangunan fisik pasar sudah jadi, tergantung cepat tidaknya proses lelang,’’ paparnya.

Selain antipasi loncat tahun, target rampung November tersebut juga untuk mengantipasi musim penghujan. Sebab, dikhawatirkan hujan mengganggu proses pengerjaannya. Plus kondisi pasar penampungan sementara bakal kurang nyaman. ‘’Saat ini pasar sementara sudah bagus, kami sediakan lapak dan atap. Jadi bebas becek, bersih dan nyaman,’’ klaimnya.

Terkait keamanan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak aparat keamanan setempat. Pun paguyuban pedagang juga sudi mengamankan pasar pada malam hari. Pihak pemrintah desa setempat juga mendukung revitalisasi pasar Arjosari tersebut. ‘’Tujuannya pemerintah memberi pelayanan kepada masyarakat di bidang ekonomi. Khususnya sarana prasarana pasar yang layak dan baik,’’ jelas Supomo.

Sementara Harwono, salah seorang pedagang, mulai mengosongkan lapaknya Selasa (9/4) lalu. Pedagang pakaian tersebut memilih pindah lebih cepat sembari menyiapkan dagangnya di lokasi pasar sementara. Pasalnya kemarin (10/4) bertepatan hari pasaran yang lebih ramai ketimbang hari biasanya. ‘’Yang lain sebagian sudah pindah Senin, sekalian menyiapkan lapak,’’ ungkapnya.

Pantauan di lokasi kemarin, meski telah dikosongkan namun masih beberapa pedagang yang membongkar kayu di lapak lama mereka. Di atap pasar banyak lubang menganga. Pun pasar yang ditinggalkan pedagangnya itu penuh sampah. (gen/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here