3.517 Petugas Jaga 1.296 TPS

250

MAGETAN – Institusi tiga pilar Magetan merapatkan barisan mengamankan jalannya coblosan Pilkada 2018 besok. Sebanyak 3.517 petugas gabungan Polres Magetan, Kodim 0804, dan linmas diterjunkan untuk memastikan pemilihan bupati (pilbup) dan gubernur (pilgub) berlangsung kondusif.

Ribuan personel itu bakal berjaga di 1.296 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di 18 kecamatan. ‘’Termasuk di TPS khusus rutan (rumah tahanan, Red),’’ kata Kapolres Magetan AKBP Muslimin kemarin (25/6).

Muslimin menyebutkan, pihaknya mengerahkan 650 personel untuk menjaga ribuan TPS. Itu masih di-backup ratusan anggota TNI dan ribuan linmas. Pola pengamanan yang diberlakukan adalah satu hingga dua anggota dibantu linmas stand-by di setiap TPS.

Separo dari ratusan personel, lanjut dia, bersiaga di mapolres dan diterjunkan ketika kondisi genting. Mereka bertugas dalam operasi bersandi Mantap Praja Semeru yang dimulai hari ini hingga Kamis lusa. ‘’Pengamanan sebetulnya sudah dimulai saat pendistribusian logistik dari KPU,’’ ujarnya.

Dia menuturkan, lembaganya tidak memetakan jumlah TPS yang dinilai rawan sehingga perlu diberikan atensi lebih. Melainkan seluruh lokasi diberi porsi pengamanan yang merata. Pun Muslimin berharap pelaksanaan pesta demokrasi lima tahunan ini berlangsung aman.

Di sisi lain, pihaknya bakal memroses hukum bila ditemukan kejahatan yang memanfaatkan hajatan pemilu. Misalnya, praktik perjudian dengan objek pemenang pasangan calon (paslon). ‘’Botohan itu tidak terlihat tapi terasa dekat. Kami akan mengawasi bila ditemukan indikasi tentu ditindak,’’ tegasnya.

Ketua Panwaslu Magetan Abdul Aziz Nuril Huda mencatat sebanyak 499 TPS terindikasi rawan tersebar di 235 desa/kelurahan. Jumlah ratusan itu merupakan hasil pemetaan dari pencermatan panitia pengawas lapangan (PPL) dan pengawas TPS (PTPS). Selain itu mempertimbangkan pelaksanaan pemilu periode sebelumnya.

Pemetaan itu, kata Aziz, merupakan bagian dari upaya pencegahan. Meski begitu, dia enggan membeber detail kecamatan setiap TPS rawan tersebut. ‘’Yang jelas kami ada perhatian lebih untuk TPS rawan,’’ ujarnya kepada Radar Magetan.

Aziz menjelaskan, definisi TPS rawan bukan berarti situasi mencekam. Melainkan lokasinya berpotensi tinggi gangguan dalam pemungutan suara hingga bisa memengaruhi hasil. Ada 15 indikator kerawanan yang ditetapkan bawaslu. Namun, dari belasan itu hanya ditengarai tujuh indikator.

Dia menyebut, rawan tertinggi sebanyak 133 TPS dengan indikator terdapat pemilih tidak memenuhi syarat namun terdaftar di daftar pemilih tetap (DPT). Menurutnya, para pemilih indikator tersebut sempat bermasalah pada nomor NIK ketika proses pemutakhiran data. ‘’Tapi dulu sudah kami rekomendasikan ke KPU untuk validasi ulang by name and address-nya,’’ ungkapnya.

Yang tidak kalah merisaukan panwaslu adalah pemilih disabilitas di 111 TPS (selengkapnya lihat grafis). Kendati KPU sudah memfasilitasi dengan alat bantu template dan surat suara Braille, ada kekhawatiran petugas yang bertugas untuk membantu mencoblos mengarahkan memilih ke salah satu paslon. ‘’Malam sebelum hari H kami patroli dengan mengambil sample tiga hingga empat TPS,’’ ujarnya.

Terpisah, Bupati Sumantri meminta KPU, polisi, dan panwaslu bekerja all out demi menyukseskan hajatan pesta demokrasi besok. Pun pemkab sudah memfasilitasi dana besar selama tahapan persiapan dan pengamanan. Dia juga menekankan kepada pegawai negeri sipil (PNS) lingkup pemkab hingga jajaran kepala desa menjaga netralitas. ‘’Panwaslu dan pihak kepolisian bisa memberikan sanksi bagi yang melanggar,’’ tegasnya. (cor/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here