3.373 Hektare Lahan Kritis, PJT I Tanam 9.000 Bibit Pohon

79

KARE – Kondisi lingkungan di Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, merisaukan Perusahaan Umum Jasa Tirta (PJT) I Wilayah Madiun. Pasalnya, Dinas Kehutanan (Dishut) Jawa Timur mencatat ada 3.373 hektare lahan potensial kritis per triwulan kedua tahun lalu. Sehingga, konservasi berupa penanaman pohon intens dilakukan demi menjaga keberlangsungan sumber daya air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Catur di wilayah tersebut. ‘’Karena DAS Kali Catur ini banyak manfaatnya,’’ kata Kepala PJT I Kanwil Madiun Indra Nurdianyoto kemarin (16/1).

Kali ini Desa Kepel, Kare, dipilih sebagai lokasi penghijauan PJT I Wilayah Madiun. Tidak kurang 9.000 bibit pohon berbagai jenis ditanam. Mulai durian, kelapa, manggis, srikaya, hingga sengon. Pelestarian itu secara simbolis dilakukan kemarin bersama sejumlah instansi terkait lain. Yakni, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, UPT PSDA Jatim Wilayah Madiun, Dishut Jatim, dan PDAM Tirta Dharma Purabaya Kabupaten Madiun. Juga Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Giringan dan Golang mewakili PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) dan musyawarah pimpinan kecamatan (muspika) setempat.

Indra menjelaskan, ada sejumlah parameter lahan potensial kritis. Mulai minimnya vegetasi tanaman, kemiringan lereng, curah hujan, laju erosi, hingga produktivitas lahan. Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak pada kemampuan menampung resapan air. Padahal, berada di wilayah DAS Kali Catur. Aliran air yang berhilir di Kali Madiun itu menyediakan kebutuhan air bersih, dimanfaatkan sebagai energi listrik, hingga irigasi pertanian. ‘’Bahkan untuk mendongkrak pariwisata,’’ sebutnya.

Selama ini DAS Kali Catur menjadi sumber listrik di PLTA Giringan dan Golang. Tahun lalu total energi listriknya mencapai 23,94 juta kilowatt hour (Kwh). PDAM juga memanfaatkannya untuk kebutuhan air bersih sebesar 1,56 juta meter kubik per tahun. Terlepas urusan bisnis-sosial itu, kelestarian DAS Kali Catur demi menjaga aspek lainnya. Seperti kualitas udara dan tempat bernaung populasi binatang. ‘’Lingkungan yang sehat ini sebagai warisan ke anak cucu kita,’’ tutur Indra.

Kegiatan yang juga memperingati Hari Gerakan 1 Juta Pohon 10 Januari lalu itu rutin digelar setiap tahun. Meski mengambil lokasi berbeda, namun masih di kawasan DAS Kali Catur. Jumlah bibit pohon ditambah setiap tahun. Program konservasi lembaga yang bertugas mengelola sumber daya air di lima wilayah sungai ini tidak hanya tanam pohon. Tapi juga pemeliharaan, penyuluhan, penyebaran bibit ikan, pengelolaan sampah, hingga membangun dam penahan. ‘’Kami buka seluas-luasnya sinergi dengan stakeholder untuk sharing program dan pelaksanaannya,’’ ujarnya sembari menyebut lima wilayah sungai itu Brantas, Bengawan Solo, Serayu Bogowonto, Jratunseluna, dan Toba Asahan. (cor/c1/sat/adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here