3.125 Rumah di Enam Kecamatan Terendam

107

NGAWI – Banjir belum mau pergi. Bahkan, wilayah terdampak makin meluas. Itu tidak terlepas dari hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah hulu Bengawan Madiun dan Bengawan Solo. ‘’Akan kami pantau terus perkembangan kondisi di lapangan,’’ kata Bupati Budi ’’Kanang’’ Sulistyono saat memantau langsung kondisi banjir di posko kendali Desa Waruk Kalong, Kwadungan, kemarin (7/3).

Meski begitu, Kanang memperkirakan banjir yang melanda sebagian wilayah Ngawi sudah mencapai puncaknya pada kemarin siang. Prediksi tersebut didasarkan pada informasi seputar kondisi di wilayah hulu sungai, baik Bengawan Madiun maupun Bengawan Solo. ‘’Ini (ketinggian air, Red) sudah maksimal,’’ ujarnya.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, puncak debit air di wilayah Ponorogo yang merupakan hulu Bengawan Madiun sudah terjadi pada dini hari kemarin. ‘’Yang di Ngawi itu kan sifatnya banjir kiriman, jadi kalau di atas (hulu sungai, Red) sudah surut, di sini juga ikut surut,’’ ungkapnya.

Kanang menyebut, bantuan bagi para korban terdampak banjir sudah tercukupi. Yang menjadi prioritas adalah kebutuhan makan dan minum. Baik yang sudah jadi maupun masih berupa bahan mentah. ‘’Itu (makanan, Red) yang utama karena selama rumah mereka terendam tidak bisa lagi masak atau beli makanan,’’ tuturnya sembari menyebut kondisi kesehatan para pengungsi sejauh ini baik.

Sementara, data BPBD menyebutkan bahwa jumlah wilayah terdampak bencana banjir di hari kedua kemarin meningkat dari 12 menjadi 19 desa di enam kecamatan. Sedangkan kepala keluarga (KK) terdampak mencapai sekitar 4.690 dan 3.125 rumah (selengkapnya lihat grafis).

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ngawi Teguh Puryadi menyebut, peningkatan wilayah terdampak itu disebabkan adanya kenaikan debit air di wilayah hulu. ‘’Semua bergantung dari wilayah hulunya, jadi datanya bisa berubah setiap saat,’’ katanya.

Pantauan Radar Ngawi di lapangan, aktivitas di posko pengungsian korban banjir Desa Waruk Kalong, Kwadungan, tampak ramai. Kebetulan posko tersebut menjadi satu dengan posko dapur umum milik Tagana dinas sosial (dinsos). Sejumlah bantuan berupa sembako juga terlihat berdatangan di posko yang dibuka sejak Rabu lalu (6/3) itu.

Hingga kemarin siang, genangan air masih cukup tinggi. Di Desa Waruk Kalong, Simo, Sumengko, dan Tirak (Kecamatan Kwadungan), air yang menggenangi jalan masih sekitar satu meter. Kondisi tersebut sedikit menyulitkan para relawan untuk menyalurkan bantuan logistik kepada sejumlah warga yang bertahan di rumah masing-masing.

Sementara itu, jumlah relawan juga meningkat. Polres Ngawi menurunkan 150 personel beserta perlengkapannya. Sedangkan Kodim 0805 dan Batalyon Artileri Medan 12 Ngawi mengerahkan truk amfibi untuk membantu mengevakuasi korban maupun mendistribusikan logistik ke rumah-rumah warga terdampak. (tif/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here