3.112 Warga Kabupaten Madiun Masih Menganggur

114

MADIUN – Angka pengangguran di Kabupaten Madiun masih terbilang tinggi. Dinas tenaga kerja (disnaker) setempat mencatat, jumlah pencari kerja per September lalu mencapai 3.112 orang. ‘’Dasarnya dari daftar orang yang mengurus kartu kuning,’’ kata Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Disnaker Puguh Budi Santoso kemarin (12/12).

Meski begitu, angka riil pencari kerja di lapangan diperkirakan lebih banyak. Pun, diakuinya lapangan pekerjaan di Kabupaten Madiun terbilang minim. ‘’Akhirnya, banyak yang memilih bekerja di luar negeri,’’ ujar Budi kepada Radar Mejayan.

Diakui pula adanya balai dan lembaga pelatihan tenaga kerja cukup membantu meningkatkan skill pencari kerja. Namun, sempitnya lapangan pekerjaan membuat mereka kesulitan bekerja di ’’rumah’’ sendiri. ‘’Banyak juga lulusan sekolah menengah yang kerja di luar negeri,’’ ungkapnya.

Puguh menyebut, per September lalu sebanyak 2.336 tenaga kerja berangkat ke luar negeri. Angka itu melampaui tahun lalu yang tercatat 2.244 orang. ‘’Dua tahun terakhir, Taiwan dan Hong Kong jadi negara tujuan favorit,’’ katanya.

Dia menambahkan, kantong TKI masih terpusat di wilayah selatan Kabupaten Madiun. Di antaranya, Kebonsari 332 orang, Dolopo (315), Dagangan (288), Geger (283), dan Wungu 134 orang. ‘’Mungkin karena faktor kedekatan geografis dengan Ponorogo yang notabene banyak penduduknya yang kerja di luar negeri. Di sana juga banyak perusahaan jasa penyalur tenaga kerja,’’ jelasnya. (mg4/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here