Pacitan

28 Cakades Petahana Kehilangan Singgasana

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Sebanyak 28 calon kepala desa (cakades) petahana harus kehilangan singgasananya. Itu setelah mereka kalah dari para pesaingnya dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2019, Senin lalu (14/10). Baik oleh pendatang baru maupun mantan kades periode sebelumnya yang macung lagi.

Jumlah petahana yang lengser terbanyak di Kecamatan Tulakan. Yakni, kades Ngumbul, Padi, Ngile, Kalikuning, dan Ngalaran. Sedangkan kecamatan lainnya berturut-turut Ngadirojo (4 desa), Punung (4 desa), Pacitan (3 desa), Bandar dan Nawangan (2 Desa). Sedangkan Kecamatan Tegalombo, Pringkuku, Kebonagung, dan Sudimoro masing-masing satu kades.

Kabag Pemerintahan dan Kerja Sama Setdakab Pacitan Putatmo Sukandar menyebut, sebagian besar petahana gagal mempertahankan kursinya lantaran kredibilitasnya turun di mata masyarakat setempat. Diduga program kerja yang dijalankan sebelumnya dianggap kurang memuaskan. Tidak berjalan maksimal hingga tidak tepat sasaran. Selain itu, sebagian warga sudah bosan. ‘’Apalagi yang sudah 12 tahun,’’ katanya kemarin (17/10).

Iput, sapaan akrabnya, mengungkap tidak ada larangan untuk petahana kembali menduduki jabatannya. Hanya, syaratnya hingga tiga kali masa jabatan. Sedangkan sekali masa jabatan enam tahun.  Tiga kali masa jabatan tersebut bisa dijabat berturut-turut atau terjeda. ‘’Misalnya, istirahat satu periode dan mencoba enam tahun berikutnya,’’ujarnya.

Pengamat politik lokal Pacitan Sutikno juga mengatakan tidak banyak kades yang bisa bertahan hingga tiga kali masa jabatan. Paling banyak dua kali atau 12 tahun. Sehingga, masyarakat bosan. Sedangkan yang mampu hingga tiga periode adalah kades yang memilih istirahat satu periode sebelum kembali macung. ‘’Kalau dua periode berturut-turut cenderung bosan. Apalagi kalau program kerjanya dianggap gagal,’’ bebernya.

Bahkan, dengan kondisi tersebut, kompetitornya memiliki kans lebih kuat memenangi perebutan kursi kades. Tidak heran jika kerap muncul cakades anyar di periode kedua kades petahana. Meski sebagian cakades kerabat mantan kades terdahulu. ‘’Peluang keluarga kades dulu, terutama yang dianggap sukses oleh warganya biasanya jadi kandidat kuat,’’ ungkapnya. (odi/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
close
PENGUMUMAN
Close