27 TPS Masuk Kategori Rawan

303

MADIUN – Sejumlah gangguan mengintai pelaksanaan pesta demokrasi esok hari. Panwaslu memetakan sedikitnya 27 TPS dikategorikan rawan. Sinergi antara aparat penegak hukum dan berbagai stakeholder dibutuhkan untuk menjaga pilwakot dan pilgub besok berjalan secara kondusif. Termasuk paslon dan tim pemenangannya, serta masyarakat sebagai calon pemilih. ’’Hasil pemetaan, kami tetapkan 27 TPS rawan dari 310 TPS,’’ kata Ketua Panwaslu Kokok Heru Purwoko alias Kokok HP, Senin (25/6).

Kokok HP memerinci 27 TPS yang dikategorikan rawan itu tersebar di tiga kecamatan. Kendati tidak menyebut rinci berapa banyak di masing-masing kecamatan, Kokok HP tidak menampik jika Taman termasuk menjadi salah satu sasaran atensi. Mengingat, jumlah daftar pemilih tetap (DPT) di Taman merupakan yang terbesar. Terdapat 63.338 calon pemilih di kecamatan seluas 13,46 kilometer persegi tersebut. ‘’Secara global ada 27 TPS tersebar di tiga kecamatan. Khusus Taman, karena DPT terbesar, menjadi atensi bagi kami,’’ sebutnya.

Mengapa dikategorikan TPS rawan? Kokok HP menjelaskan sejumlah indikatornya. Temuan pertama berkaitan dengan DPT. Di sejumlah TPS, ditemukan jika sejumlah DPT tidak akurat. Hasil pengamatan di lapangan, rupanya masih ada warga belum cukup umur atau yang sudah meninggal, masuk dalam DPT. Kokok HP juga menyebut ada temuan pemilih tambahan lebih dari 20 orang di satu TPS. ‘’Sementara, formulir pencoblosan tambahan di setiap TPS tak lebih dari 20,’’ ujarnya.

Selain itu, juga ada temuan indikasi bahwa sejumlah KPPS tidak netral. Mereka disinyalir terlibat dalam tim pemenangan paslon tertentu. Tak dipungkiri Kokok HP, indikasi kerawanan lain yang mengancam adalah praktik money politic (politik uang) dan intimindasi untuk memilih paslon tertentu. ‘’Termasuk indikasi relawan bayaran. Ini menjadi atensi kami,’’ kata Kokok HP. ’’Khusus petugas TPS yang disinyalir tidak netral, kami sudah koordinasi dengan KPU untuk memastikan mereka bersikap netral di 27 Juni,’’ imbuhnya.

Kokok HP mengatakan, pihaknya akan bekerjasama dengan berbagai stakeholder untuk memastikan pemungutan suara berjalan lancar di 27 TPS rawan tersebut. Selain kepolisian, juga satuan lintas masyarakat (linmas). Pihaknya juga meminta paslon dan masyarakat untuk bekerjasama menjaga kondusifitas pilwakot dan pilgub esok hari. ’’Kami harap seluruh paslon untuk tetap menaati koridor aturan atau regulasi yang ada. Politik uang, intimidasi, jangan sampai terjadi di 27 Juni,’’ pesannya.

Kapolres Madiun Kota AKBP Nasrun Pasaribu memastikan pihaknya siap mengamankan jalannya pilwakot dan pilgub Rabu esok. Sebanyak 621 personil gabungan Polri, TNI, dan Linmas dilibatkan dalam pengamanan. Kepolisian akan menerapkan tiga pola pengamanan untuk mengawal jalannya pemungutan suara di 310 TPS. Salah satunya penebalan pasukan pengamanan di 27 TPS yang dikategorikan rawan dan sangat rawan.

‘’Tipe pengamanan sudah kami petakan, mulai TPS aman, rawan, dan sangat rawan. Kami persiapkan penebalan sejumlah dua personil polisi di TPS-TPS yang rawan dan sangat rawan,’’ bebernya.

Selain mengamankan jalannya pilwakot dan pilgub di wilayah kota, Polres Madiun Kota juga mengamankan 111 TPS untuk pilbup dan pilgub di wilayah Jiwan dan Sawahan, Kabupaten Madiun. Pengamanan sudah dimulai sejak kemarin, kala KPU mulai mendistribusikan logistik ke 27 kelurahan, sebelum Rabu esok didistribusikan lagi ke 310 TPS. ’’Langkah pengamanan terus kami laksanakan secara kontinyu. Segala tindak pidana (botoh dan premanisme) juga kami antisipasi dengan mengerahkan tim khusus yang mobile 24 jam selama pilkada ini untuk memantau itu,’’ tegas Nasrun.

Harapan pilwakot berjalan lancar dan kondusif turut diutarakan Wali Kota Madiun Sugeng Rismiyanto (SR). SR meminta seluruh paslon hingga masyarakat yang akan menjadi calon pemilih, wajib ikut menjaga kondusifitas Kota Madiun. Jangan sampai, kata dia, muncul gesekan-gesekan yang bakal memperkeruh keadaan. Lebih lanjut, SR juga menginginkan semua pihak bisa bersikap dewasa dalam berpolitik, dengan tidak melakukan hal-hal yang bisa mencederai kualitas dan integritas pilwakot.

’’Situasi Kota Madiun yang aman dan damai ini penting untuk dipertahankan. Kami mengajak kepada paslon dan seluruh masyarakat untuk dapat mempertahankan ini,’’ tandasnya. (naz/ota)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here