27 Hunian Rusak Diterjang Banjir Maret

24

MADIUN – Bencana banjir yang melanda kabupaten Madiun awal bulan lalu menimbulkan kerusakakan berat. Tak hanya infrastruktur, lahan pertanian, namun rumah warga juga menjadi korban keganaasan debit kali Jerohan. Setidaknya 5.086 rumah terdampak banjir yang melanda Kecamatan Pilangkenceng, Balerejo, Wonoasri, Saradan, Wungu, Madiun, dan Mejayan. ‘’Tapi tidak semuanya mengalami kerusakan,’’ ungkap Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Diseperkim) Sudjiono.

Jiono mengatakan disperkim sudah paripurna melakukan pendataan kerusakan rumah warga. Pihaknya juga melakukan identifkasi kerusakan dan klasifikasinya. Hasilnya 116 rumah yang membutuhkan bantaun perbaikan dari pemerintah. 27 rumah diantaranya mengalami kerusakan berat. ‘’Dan sejumlah 89 rumah ini mengalami rusak ringan,’’ katanya.

Untuk sisa sebanyak 4.970 rumah, Jiono mengatakan masuk kategori rumah terendam air. Dan tak ada kerusakan cukup parah yang mengakibatkan rumah itu membutuhkan bantuan perbaikan dari pemkab. Pemilik rumah pun dapat menggunakan rumah tersebut. ‘’Maksudnya tidak ada bagian yang butuh dibongkar karena mungkin ada yang retak atau tergerus air,’’ katanya.

disperkim hingga kini belum dapat menaksir besaran dana yang dibutuhkan untuk memperbaiki seluruh rumah rusak. Jiono memastikan jika semua data sudah dilaporkan ke instansinya maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). ‘’Tinggal identifikasi saja,’’ ungkapnya. (fat/pra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here