2,6 Juta Surat Suara ‘’Nyantol’’ di Percetakan

90

NGAWI – Molornya distribusi surat suara Pemilu 2019 membuat KPU Ngawi benar-benar cemas. Bagaimana tidak, dari total kebutuhan 3.611.895 lembar, hingga kemarin (17/3) jumlah yang diterima baru sebanyak 945.194. Artinya, kekurangan surat suara mencapai 2.666.701 lembar.

Kecemasan tersebut cukup beralasan. Pasalnya, waktu yang tersisa saat ini praktis hanya tinggal satu bulan sebelum proses pemungutan suara dilaksanakan 17 April mendatang. ‘’Seingat saya baru kali ini molor,’’ kata Ketua KPU Ngawi Syamsul Wathoni.

Toni –sapaan akrab Syamsul Wathoni- menyebut pihaknya pada Sabtu lalu (16/3) menerima surat suara dari percetakan. Namun, jumlahnya belum lengkap sesuai kebutuhan. ‘’Informasi terbaru yang kami terima, besok (hari ini, Red) baru loading (proses muat barang),’’ ujarnya.

Jika informasi tersebut benar, lanjut dia, sisa surat suara dari Temprina Media Grafika Bekasi itu bakal tiba di Ngawi besok. Namun, bila molor lagi seperti sebelumnya diperkirakan baru sampai lusa. ‘’Makanya kami khawatir, waktunya kan sudah semakin mepet,’’ ucapnya.

Toni mengungkapkan, molornya pengiriman surat suara itu bisa berdampak pada terhambatnya penyortiran dan pelipatan. Sebelumnya, pihaknya menargetkan proses tersebut paling tidak akhir Maret sudah klir. ‘’Karena setelah ini kami masih banyak kegiatan lain,’’ ungkap Toni.

Belum lagi jika ada surat suara yang rusak. Pihaknya harus minta pengganti ke percetakan. Itupun mesti melalui proses birokrasi tersendiri. Karena itu, dia berharap paling lambat lusa semua surat suara itu sudah diterima. ‘’Supaya bisa selesai sesuai target,’’ harapnya.

Toni menambahkan, pihaknya butuh waktu 10-12 hari untuk menyelesaikan penyortiran dan pelipatan surat suara. Tenaga yang akan dikerahkan sekitar 300 orang. Dengan waktu kerja mulai pukul 08.00 hingga 22.00. Rencananya, proses itu bakal dimulai hari ini. ‘’Yang sudah ada langsung kami proses, biar cepat, sambil menunggu sisanya tiba,’’ pungkasnya. (tif/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here