259,29 Gram Sabu Jadi Abu

22
DIBAKAR: Kajari Kota Madiun, Satreskoba Polres Madiun Kota, dan BNK Nganjuk memusnahkan barang bukti (BB) kasus narkoba yang sudah berkekuatan hukum tetap, Kamis (11/7).

MADIUN – Kejahatan narkotika di Kota Madiun terbilang tinggi. Berdasar rekap analisis dan evaluasi BNK Nganjuk, kasus narkoba termasuk tindak kriminalitas yang mendominasi selama 2017–2019.

BNK Nganjuk yang operasinya mencakup Kota/Kabupaten Madiun, Ngawi, dan Magetan itu menyebutkan ada 27 kasus narkotika yang mereka tangani sepanjang kurun dua tahun terakhir. Seluruh kasus itu sudah tuntas disidangkan dan berkekuatan hukum tetap.

Pada Kamis (11/7), 259,29 gram narkotika jenis sabu dan 152 butir pil ekstasi yang menjadi barang bukti (BB) kejahatan kasus tersebut dimusnahkan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Madiun. Pemusnahan barang haram itu dilakukan dengan cara dibakar berikut belasan handphone yang dijadikan para terpidana sebagai alat komunikasi saat bertransaksi.

Kasi Pemberantasan Narkotika BNK Nganjuk Rindoko Aris mengungkapkan, peredaran narkoba di Kota Madiun tergolong tinggi. Terbaru, penangkapan dua orang kurir yang membawa sabu-sabu seberat empat kilogram pada Mei lalu.

Apalagi kasus tersebut diduga dikendalikan oleh oknum narapidana dari dalam Lapas Madiun. Karena itu, pengawasan intensif dilakukan. ‘’Adanya Lapas itu kan kami juga harus ikut memantau. Itu sebagai upaya antisipasi,’’ katanya.

Kajari Kota Madiun Handoko Setyawan mengatakan, pemusnahan barang bukti dilakukan sebagai upaya mendukung pemerintah menekan peredaran narkoba. Sekaligus mengurangi pengaruh barang haram itu terhadap masa depan generasi muda. (her/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here