Ngawi

24 Tewas Kesetrum Jebakan  Tikus

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Sudah selayaknya jebakan tikus beraliran listrik dilarang di Ngawi. Pasalnya, dalam kurun waktu 2019 hingga September tahun ini sudah 24 nyawa melayang akibat kesetrum peranti pemberantas tikus model itu. ”Sekali lagi kami tegaskan, pemasangan jebakan tikus dengan aliran listrik dilarang,” kata Kasatreskrim Polres Ngawi AKP I Gusti Agung Ananta Pratama Selasa (29/9).

Ananta memerinci, dari 24 kasus tersebut 20 di antaranya menelan korban pihak pemasang. Sedangkan empat lainnya ’’menerkam’’ orang lain. ”Dalam sebulan ini saja ada dua orang yang kami tetapkan tersangka. Terakhir, kasus orang mabuk yang jatuh ke sawah dan meninggal akibat sengatan listrik jebakan tikus,” paparnya.

Dia menambahkan, dari empat kasus yang naik ke pengadilan sudah ada yang divonis. Sisanya yang terjadi bulan ini masih proses tahap II dan I. ”Ancamannya sudah jelas, hukuman penjara di atas lima tahun sesuai pasal 359 KUHP,” tutur Ananta.

Meski ancamannya sudah jelas, Ananta tidak memungkiri masih ada petani yang nekat memasang jebakan tikus beraliran listrik. Pun, pihaknya sudah berkali-kali memberi imbauan melalui bhabinkamtibmas maupun perangkat desa. (tif/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close
               
         
close