PacitanPeristiwa

24 Jam, 7 Kecamatan Porak Poranda Diterjang Lesus

PACITAN – Amuk lesus Rabu lalu (23/1) menciutkan nyali sebagian warga Pacitan. Betapa tidak, terjadi hampir merata di 16 desa di tujuh kecamatan. Mereka pun panik lantaran angin menumbangkan pohon serta alat peraga kampanye (APK) pemilu di sejumlah tempat.  Pun, satu orang tertimpa material rumah yang rusak. ‘’Hampir merata, kecuali wilayah barat tak ada laporan kerusakan,’’ kata Kepala Pelaksanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan Didik Alih Wibowo kemarin (24/1).

Didik mengungkapkan, Kecamatan Pacitan paling terdampak. Yakni, sembilan laporan kejadian bencana. Mayoritas pohon tumbang serta atap rusak di beberapa fasilitas umum seperti gapura dan poskamling. Sementara, empat  rumah rusak tertimpa pohon di beberapa desa. ‘’Beberapa pohon tumbang menutup akses jalan,’’ bebernya.

Menyusul Kecamatan Ngadirojo, yakni delapan laporan kejadian bencana. Beberapa rumah serta fasilitas umum juga rusak diterjang angin kencang. ‘’Kami juga mendapat laporan di Nawangan terdapat 15 pohon tumbang terdampak angin kencang Rabu lalu (23/1),’’ jelasnya.

Didik menyebut angin kencang tersebut akibat perbedaan aliran masa udara di Samudra Indonesia beberapa hari terakhir. Perbedaan suhu tersebut juga membuat penguapan dan pertumbuhan angin tinggi. Potensi hujan pun diprediksi bakal terjadi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi angin kencang bakal terjadi hingga akhir bulan mendatang. ‘’Tapi lokasinya diperkirakan tidak merata. Hanya di beberapa wilayah,’’ paparnya.

Dia berharap masyarakat waspada, terlebih warga yang tinggal di sekitar pohon rindang serta jauh dari wilayah padat permukiman. Pasalnya, angin kencang tak menutup kemungkinan bakal kembali menumbangkan pohon. Untuk antisipasi keadaan darurat, pihaknya bakal terus menyiagakan personel tim reaksi cepat (TRC) guna membantu evakuasi. ‘’Beberapa kejadian tak bisa ditangani bersamaan, tapi kami usahakan siap jika dibutuhkan,’’ janjinya. (mg6/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close