21 SMPN Digelontor 441 Komputer

21

MADIUN – Pemkab Madiun menggelontorkan 441 unit komputer untuk puluhan SMP Negeri. Namun, pengadaan ratusan peranti itu belum sepenuhnya mengikis jumlah satuan pendidikan yang harus pinjam komputer untuk ujian nasional berbasis komputer (UNBK) 22 April nanti. ‘’Ratusan komputer ini diberikan ke 21 SMPN,’’ kata Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Madiun Prapto Purnomo kemarin (11/4).

Total 37 SMPN yang menyelenggarakan UNBK mandiri tahun ini. Kekurangan komputer disiasati untuk membaginya menjadi dua jenis. Yakni, sebanyak 21 SMPN mencukupi kekurangan dengan pinjam komputer milik pengajar masing-masing sekolah. Sisanya meminjam komputer dari SMA/SMK terdekat. ‘’Misalnya, SMPN Gemarang baru tersedia 54 dari kebutuhan 98 komputer,’’ ujarnya kepada Radar Caruban.

Terlepas dari kekurangan itu, setiap SMPN minimal sudah memiliki 40 komputer untuk kegiatan belajar-mengajar (KBM). Dikbud secara bertahap melakukan penambahan sejak 2018. Dilanjutkan tahun ini dengan gelontoran dana Rp 8,4 miliar bersumber APBD. Rata-rata setiap lembaga menerima 21 komputer. Pengecualian untuk SMPN Kebonsari yang menerima double. Selain karena siswa kelas IX-nya banyak, sekolah itu sama sekali belum pernah memperoleh bantuan. ‘’Kami mendukung 100 persen UNBK,’’ ucapnya.

Sejak tahun lalu, nihil SMPN pelaksana ujian nasional berbasis kertas dan pensil (UNKP). Artinya, ada peningkatan drastis penyelenggara ujian yang juga dikenal computer based test (CBT) ini dibandingkan periode lima tahun lalu. ‘’Dulu hanya 11 sampai 13 lembaga yang UNBK mandiri,’’ ujar Prapto sembari menyebut total 11.874 peserta UNBK tahun ini.

Lantas, bagaimana kesiapan SMP penyelenggara yang menerima tambahan komputer? Prapto mengklaim sejauh ini tidak ada kendala. Alasan pertama spesifikasi server dan komputer hasil pengadaan Februari lalu telah melebihi yang dipersyaratkan Kemendikbud. Sebelumnya, pihaknya telah membuat kesepakatan kesanggupan menyelenggarakan UNBK dengan kepala sekolah. Dilanjutkan pengarahan para teknisi dan proktor masing-masing sekolah untuk mengoperasikan komputer. ‘’Tim help desk UNBK juga sudah terbentuk,’’ tegasnya seraya menyebut sudah tiga kali simulasi dan beberapa kali tryout.

Prapto juga sudah merespons nota kesepahaman antara Kemendikbud dengan PT PLN untuk menyukseskan UNBK. Pihaknya bersurat ke PLN daerah untuk menjamin agar tidak ada pemadaman listrik selama empat hari mulai 22 April. ‘’Kami terus berkeliling memantau kesiapan UNBK di setiap sekolah,’’ ujarnya. (cor/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here