2022 RSUD Kota Madiun Ditarget Naik Status Jadi Tipe B

37
SEDERHANA: Wali Kota Maidi memberikan potongan tumpeng tasyakuran HUT RSUD Kota Madiun ke-15 kepada dr Andi Prasetiawan ditemani Direktur RSUD Kota Madiun dr Resti Lestantini dan ketua tim penggerak PKK Yuni Setyowati.

MADIUN – Peningkatan mutu pelayanan menjadi fokus utama RSUD Kota Madiun. Hal ini didukung rencana pemkot menjadikan rumah sakit pelat merah itu naik level dari tipe C ke tipe B. ’’Menuju tipe B banyak yang harus disiapkan. Mulai sumber daya manusia (SDM), sarana prasarana (sarpras), hingga manajemen rumah sakit itu harus sesuai standar yang ditentukan,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi di sela acara tasyakuran HUT ke-15 RSUD Kota Madiun Rabu (10/7).

Dia berharap status tipe B bisa disandang RSUD Kota Madiun paling cepat 2022. Itu seiring dengan pengembangan rumah sakit sesuai masterplan yang akan dimulai tahun depan. ’’Kalau semua concern ke sana, tidak akan begitu sulit. Karena sarpras untuk area cukup. Kalau kurang nanti di sebelah ada (lahan) yang masih milik pemkot,’’ ujar mantan sekda Kota Madiun tersebut.

Selain itu, pemkot mematok target akreditasi paripurna pada tahun 2024. Untuk menuju ke sana, semua tahapan bakal dilalui secara berjenjang. ‘’Dipersiapkan dari sekarang supaya tahapan paripurnanya selesai. Akreditasi paripurna ini kan berarti standardisasi sudah oke, tentunya dari segi fasilitas dan SDM akan kami kejar. Misalnya kalau ada dokter spesialis yang masuk akan kami terima dan direkomendasikan. Jadi, tidak akan ketinggalan,’’ paparnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Kota Madiun dr Resti Lestantini memastikan mutu pelayanan keselamatan pasien akan ditingkatkan. Termasuk memetakan kesiapan menuju status tipe B bersama dengan wali kota dan dinkes. ’’Pada November nanti kami akan melakukan akreditasi. Sekarang ini mana saja yang kurang untuk keperluan akreditasi akan kami komunikasikan dengan wali kota,’’ tuturnya.

Terkait SDM, kata Resti, pembinaan petugas dan staf rumah sakit rutin dilakukan. Pihaknya juga mempertimbangkan penambahan SDM untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Serta rencana penambahan gaji non-ASN, terutama spesialis. ‘’Apakah pakai tata cara badan layanan usaha daerah (BLUD) atau lainnya, masih direncanakan,’’ ungkapnya.

Berbagai terobosan dan inovasi dalam pelayanan publik terus dilakukan oleh RSUD Kota Madiun di usianya yang menginjak 15 tahun. Seperti upaya menekan angka gizi buruk dan pembinaan SDM. Serta menjalin kerja sama dengan dispendukcapil dalam hal pengurusan akta kelahiran dan kartu identitas anak (KIA) bagi bayi yang lahir di RSUD Kota Madiun.  ’’Di HUT ke-15 ini ada 36 kepala keluarga (KK) yang kami bantu pengurusan akta kelahiran dan KIA mereka,’’ terang Resti. (dya/her/c1/ota/adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here