Pacitan

2.459 Penyelenggara Pilkada Pacitan Dites Antibodi

Yang Reaktif Wajib Karantina dan Di-Swab

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Dampak pandemi Covid-19 begitu mahal. Pemerintah sampai harus menggelontorkan uang lebih untuk memitigasi dampak penyakit yang disebabkan virus SARS-CoV-2 itu. Seperti rapid test terhadap 2.459 komisioner KPU, panitia pemilihan kecamatan (PPK), panitia pemungutan suara (PPS), serta petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) di Pacitan Kamis (9/7).

Jika dikalkulasikan, anggaran tambahan yang digelontorkan oleh pemerintah untuk pelaksanaan tes cepat itu mencapai Rp 800 juta. ‘’Kami hanya ingin memberikan jaminan keamanan dan keselamatan pada proses pemilihan bupati (pilbup) tahun ini. Paling tidak kami ingin memberi dan memastikan bahwa seluruh petugas nonreaktif,’’ kata Ketua KPU Pacitan Sulis Styorini.

Sesuai rencana, tes antibodi itu dilakukan secara bergelombang. Tahap pertama pelaksanaan rapid test mencakup petugas yang berada di wilayah Pacitan, Kebonagung, dan Donorojo. ‘’Semisal nanti ada yang hasilnya reaktif, kami minta untuk isolasi mandiri selama 14 hari dan di-swab. Karena itu sudah menjadi bagian dari protokol kesehatan,’’ terang Rini, sapaan Sulis Styorini.

Selama menjalani karantina mandiri, tugas yang bersangkutan bakal digantikan oleh rekannya atau petugas setingkat di atasnya. ‘’Kalau rencana mengganti dengan rekrutmen ulang mereka yang positif, belum ada. Karena ketentuannya juga belum ada,’’ ujar Rini. (gen/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close