19 Pedagang Eks Stasiun Akhirnya Bersedia Dipindah ke Pasar Sementara

96

PONOROGO – Pemkab mengunci 19 pedagang eks stasiun. Belasan pedagang yang merugi lantaran telanjur membeli ruko kepada Koperasi Pandhu Artha Nugraha Jaya itu akhirnya bersedia diboyong ke pasar sementara. Selembar surat hitam di atas putih berisi nama-nama para pedagang dijadikan kunci untuk merelokasi. ‘’Ini solusi yang kami berikan,’’ kata Bupati Ipong Muchlissoni kemarin (29/1).

Diakui Ipong, banyak di antara pedagang yang sudah keluar duit puluhan juta. ‘’Ada yang sudah membayar lunas kepada pengembang, Maskur (ketua koperasi, Red) dan Hari Subito (pengembang ruko eks stasiun, Red),’’ ujarnya.

Para pedagang akhirnya dikunci pemkab lewat selembar surat pernyataan. Isinya, memfasilitasi 17 pedagang yang merugi itu dengan ruang niaga di Pasar Legi baru. Surat ditandatangani Ipong sendiri di depan para pedagang. ‘’Kami memberikan tempat berjualan di pasar sementara. Ayo kompak bergabung bersama pedagang dari Pasar Legi,’’ lanjutnya.

Namun, pekerjaan rumah pemkab belum selesai. Ditanya bagaimana nasib para pedagang eks stasiun di bawah naungan Anggayuh Kemakmuran Uripe Rakyat (AKUR), Ipong menjanjikan tempat di pasar sementara. Dia bahkan menyebut, jumlah yang kini masih bertahan tidak sampai 316 orang. ‘’Yang sudah mendaftar (tempat di pasar sementara, Red), tapi belum pindah semua karena tempat belum siap, mencapai 681 orang (dari eks stasiun), termasuk kelompoknya Sugimin (AKUR),’’ ungkapnya.

Lantas, bagaimana dengan permintaan para pedagang yang minta difasilitasi secara layak di pasar sementara? Semula, mereka hanya dijatah tempat berupa urukan tanah. Ipong mengklaim, para pedagang yang nantinya akan menempati selatan los 4 akan difasilitasi secara layak. Minimal, janji Ipong, tanah uruk itu akan diplester semen. ‘’Harusnya diplester. Karena kalau tanah kan becek. Bertahap lah,’’ janjinya.

Sutini, pedagang yang sempat lantang menolak penertiban, menyatakan kesediaannya untuk direlokasi. Pertimbangannya, pemkab telah memberikan ruang niaga di pasar sementara. Dia dan 16 pedagang yang merugi juga dijanjikan ruang niaga di Pasar Legi baru. Sutini mengaku sudah keluar duit Rp 65 juta untuk menebus ruko yang telah dirobohkan pemkab itu. ‘’Kalau yang lain ingin menuntut (pihak Koperasi Pandhu Artha Nugraha Jaya) saya akan ikut (menuntut, Red),’’ katanya. (naz/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here