19 Kamar Rusuwa Kosong, Bidik Warga Puter

94

MADIUN – Belum semua penghuni rumah susun sewa (rusuwa) boyongan. Dari 55 kepala keluarga (KK) yang sudah mendaftar, baru 43 KK yang pindah. ’’Ada beberapa yang masih menunda karena berbagai alasan,’’ kata Kasi Perumahan Disperkim Kota Madiun Concon Kencono saat ditemui Jawa Pos Radar Madiun.

Dia menyebut, mereka yang belum di antaranya sedang hamil dan sakit. Pihaknya tidak akan mudah memberikan izin penundaan. Sebab, sesuai aturan, kamar rusuwa yang ada di Kelurahan Nambangan Kidul itu wajib dihuni. Apabila selama tiga bulan dibiarkan kosong, maka diganti ke penghuni rusuwa lainnya. ’’Karena itu mereka minta izin, tapi kami cermati dulu. Kalau izinnya nggak logis ya tidak berlaku,’’ ujarnya.

Sampai Kamis (27/12), dari 70 kamar masih tersisa 19 kamar. Terkait hal ini, Concon enggan berkomentar banyak. Disperkim sementara diberi amanat untuk menyelesaikan sebagian KK yang telah terdaftar. Dipastikan untuk menempati rusuwa terlebih dahulu. ’’Kami bereskan dulu  yang sudah pindah ini,’’ jelasnya.

Lantas, siapakah target sasaran? Concon menyebut, sejatinya masih ada warga RT 15 Jalan Puter, Nambangan Kidul, Manguharjo, yang semestinya menempati rusuwa tersebut. Baru segelintir yang berkenan pindah. ‘’Di sana (Jalan Puter, Red) ada berapa KK, saya nggak hafal. Tapi kalau semuanya pindah ke sana (rusuwa, Red) nggak cukup. Jadi, kalaupun ada yang mau pindah, mereka kami tawarkan kamar yang sudah ada, nggak bisa milih,’’ terangnya.

Sampai saat ini penghuni rusuwa dibebaskan dari biaya sewa sampai proses serah terima rusuwa dari pemerintah pusat. Harga sewa setiap lantai juga berbeda. Lantai satu khusus untuk lansia. Dari hasil penghitungan, tertua minimal 71. Harganya Rp 100 ribu. Lantai dua Rp 210 ribu. Kemudian lantai tiga Rp 190 ribu. ’’Lantai empat Rp 170 ribu dan paling atas Rp 150 ribu,’’ urai Concon.

Usia penghuni setiap lantai juga berbeda. Di lantai satu dihuni lansia usia 70 tahun ke atas. Di lantai berikutnya, 60 tahun ke bawah. Kemudian, lantai tiga 50 tahunan dan semakin muda menghuni lantai teratas. ’’Itu kebetulan kami hitung setiap KK dicari yang paling tua, ketemunya seperti itu,’’ paparnya.

Concon mengklaim tidak ada permasalahan yang dialami penghuni rusuwa. Untuk memudahkan penghuni di lantai teratas, disperkim bakal mengupayakan pembuatan katrol untuk kebutuhan angkut barang. ’’Buat ngangkut galon, sementara pakai itu. Ya ada yang minta pakai lift, ditampung. Karena desain bangunan sarpras rusuwa di semua daerah ya sama. Hanya kalau permintaan lift mungkin pemkot  bisa mengupayakan,’’ pungkasnya. (mg2/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here