Ngawi

19.940 Warga Ngawi Dicoret Dari Daftar Penerima Iuran JK Non-BDT

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Para penerima bantuan iuran jaminan kesehatan (PBI JK) non-basis data terpadu (BDT) sebaiknya segera melakukan konfirmasi ke pihak terkait. Sebab, belum lama ini Kementerian Sosial telah menonaktifkan 19.940 warga Ngawi dari kepesertaan program tersebut. ‘’Alasannya, hampir tidak ada peserta yang pernah memanfaatkannya,’’ kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Ngawi Tri Pujo Handono Jumat (2/8).

Tri Pujo mengungkapkan, informasi dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, sejak 2014 lalu hanya sekitar 60 peserta yang pernah mengakses program itu. Penyebabnya antara lain nomor induk kependudukan (NIK) bermasalah, sudah meninggal, pindah alamat, dan sudah mampu dari sisi ekonomi.

Bagaimana jika jumlah sebanyak itu tidak pernah sakit dan masih layak mendapatkan bantuan PBI JK? Mantan sekretaris DPRD Ngawi itu menyebut, ada beberapa solusi yang disiapkan. Di antaranya, memasukkannya sebagai peserta PBI JK daerah dan dianggarkan melalui APBD. ‘’Syaratnya pemerintah daerah punya anggaran,’’ ujarnya.

Jika dari sisi anggaran pemerintah daerah tidak siap, kata dia, mereka akan diusulkan kembali ke Kementerian Sosial. Namun, informasi dari dinas kesehatan setempat menyebutkan bahwa pemkab memiliki anggaran untuk program tersebut.

Sedangkan bagi peserta yang dari sisi ekonomi sudah mampu, dapat langsung mendaftarkan diri ke BPJS Kesehatan secara mandiri. ‘’Untuk mengetahui peserta yang masih layak, nanti kami lakukan verifikasi dan validasi (verval). ‘’Bersamaan dengan pendistribusian peserta baru,’’ janjinya sembari menyebut ada sebanyak 24.353 peserta baru yang dimasukkan.

Menurut Tri Pujo, verifikasi tersebut penting. Lantaran jika harus menunggu peserta melakukan konfirmasi akan memakan waktu lama. Sementara, pengusulan kembali kepesertaan BPI JK ke Kementerian Sosial ada batasan waktunya. ‘’Yang jelas, kami akan upayakan supaya peserta yang masih layak tidak kehilangan haknya,’’ pungkasnya. (tif/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close