Berkas Kasus Korupsi DLH Pekan Ini Dikirim Penyidik ke Kejaksaan

206

MAGETAN – Penyidikan dugaan korupsi di lingkup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magetan menemui babak akhir. Tak lama lagi, berkas ketiga tersangka bakal dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Magetan. ’’Insya Allah, berkas perkaranya minggu ini sudah dapat dilimpahkan,” kata Kasat Reskrim Polres Magetan AKP Sukatni.

Kendati berkas perkara dugaan korupsi jasa kebersihan pasar sayur Magetan sudah klir, namun ketiga tersangka masih bisa menghirup udara bebas. Mereka yakni pihak-pihak yang dipercaya bertanggung jawab pada pelaksanaan Program Kali Bersih (Prokasih) dan komposting pasar tradisional yang belum lama terbakar itu. Adalah dua pegawai negeri sipil (PNS) Pemkab Magetan, Dad dan EP; serta direktur CV AM yang menjadi perusahaan outsourcing pekerjaan jasa kebersihan tersebut. ’’Kami tidak melakukan penahanan,” ujar Sukatni.

Lantaran tidak dijebloskan ke balik jeruji besi, kedua PNS Pemkab Magetan itu masih bisa bekerja seperti biasa. Seperti Dad yang saat ini sudah pindah tugas ke dinas komunikasi dan informatika (diskominfo) sejak pertengahan 2017 lalu. Sementara tersangka EP hingga kini masih menjabat sebagai kasi pengurangan sampah. Keduanya masih aktif di organisasi perangkat daerah (OPD) masing-masing. Meskipun harus wira-wiri Mapolres Magetan untuk menjalani pemeriksaan.

Sementara itu, mendasar pada hasil audit badan pemeriksa keuangan dan pembangunan (BPKP), kerugian negara yang diakibatkan ketiga tersangka mencapai 309.484.237,39. Belasan saksi juga sengaja dihadirkan untuk mengorek keterangan lebih dalam atas dugaan kasus korupsi tersebut. Bahkan, setelah pihak Sat Reskrim Polres Magetan sudah menetapkan status tersangka di balik dugaan korupsi tersebut sejak Mei lalu. Pengembangan penyidikan terus dilakukan Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Sat Reskrim Polres Madiun. Namun, saat disinggung adakah tersangka lain, Sukatni enggan berkomentar. ’’Setelah kami limpahkan, menjadi kewenangan kejaksaan,” ungkapnya.

Sebelumnya, proses penanganan dugaan tindak pidana korupsi di lingkup DLH itu sudah dilakukan pihak kepolisian sejak  tahun lalu. Penyidikannya sempat terhenti karena bertabrakan dengan pengamanan gelaran Pilkada 2018. Meski ditelisik aparat penegak hukum (APH), namun tidak mengganggu pekerjaan jasa kebersihan di pasar sayur Magetan. Di mana saat ini program itu dikerjakan oleh PT TMK yang memenangkan lelang sebesar Rp 1,8 miliar. ’’Tidak pengaruh pada kinerja. Karena urusannya kan beda-beda,’’ imbuh Kabid Pengolahan Sampah dan Limbah B3 DLH Kabupaten Magetan Sumarwidi. (bel/c1/ota)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here