Madiun

18 ODGJ Masih Terpasung

MADIUN – Kabupaten Madiun belum terbebas dari fenomena pemasungan. Catatan dinas kesehatan (dinkes) setempat, saat ini terdapat 18 orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang dipasung oleh pihak keluarganya.

‘’Butuh pendekatan cukup lama untuk membebaskan mereka dari pasungan,’’ kata Kepala Bidang Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Madiun Agung Tri Widodo kemarin (17/2).

Agung menjelaskan, untuk membebaskan OGDJ dari pasungan membutuhkan beberapa tahapan. Dimulai dengan pengobatan rutin. Jika dirasa sudah cukup tenang dan kooperatif, dilakukan percobaan pelepasan. ‘’Sampai benar-benar tenang saat dilepas,’’ ujarnya sembari menyebut 18 warga yang dipasung itu merupakan ODGJ kategori berat.

Upaya pembebasan dari pasungan, kata dia, juga harus dibarengi persiapan warga lingkungan setempat. Terutama tidak memberikan perlakuan diskriminatif maupun stereotip negatif kepada eks ODGJ pasungan. ‘’Lingkungan yang kondusif membuat mereka terhindar dari kambuh. Tapi, faktanya banyak dari mereka yang masih dikucilkan, bahkan oleh keluarganya sendiri,’’ tuturnya.

Dia menambahkan, ada eks ODGJ pasungan yang dipekerjakan di RS Paru Dungus. Meski hanya sepekan sekali, hal itu cukup membantu menstabilkan emosi. ‘’Kami berharap dinsos atau lembaga tertentu memberikan pelatihan bagi para ODGJ,’’ ucapnya. (mg4/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close