18.139 Warga Terancam Kehilangan Hak Pilihnya

86

PONOROGO – Ini pekerjaan rumah Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Ponorogo. Hingga pekan ini, masih ada 18.139 warga Bumi Reyog yang belum perekaman e-KTP. Jika tidak segera difasilitasi, mereka terancam tidak dapat menyalurkan hak pilih pada Pemilu 2019. Pasalnya, waktu tersisa praktis sekitar empat bulan sebelum pemilu. ‘’Hitungan kami, terutama pemilih pemula, bisa kami cover perekamannya sebelum April,’’ kata Kepala Dispendukcapil Vifson Suisno kemarin (21/12).

Pihaknya mencatat, saat ini jumlah warga Bumi Reyog 962.453 jiwa. Sebanyak 769.366 di antaranya atau 98 persen memiliki hak pilih. Sayangnya, masih ada yang belum perekaman e-KTP, yang jadi persyaratan menyalurkan hak pilih di tempat pemungutan suara (TPS) nanti. Vifson memerinci, dari 18.139 warga yang belum perekaman e-KTP, sebanyak 1.707 di antaranya pemilih pemula. ‘’Mereka kami hitung sudah berusia 17 tahun ketika pemilu 17 April 2019 nanti,’’ ujarnya.

Sebagian besar kalangan pemilih berusia 60 tahun ke atas. Jumlahnya mencapai 16.432 orang. Kebanyakan mereka merasa sudah tidak membutuhkan kartu identitas lantaran faktor usia. Padahal, anggapan tersebut keliru. ‘’Berapa pun usia seseorang, wajib mempunyai e-KTP. Jika tidak, itu akan berpengaruh pada urusan administrasi kependudukan lain, misalnya kartu keluarga (KK),’’ tutur Vifson.

Sejumlah upaya bakal dilakukan dispendukcapil untuk memfasilitasi belasan ribu warga Ponorogo itu agar bisa menyalurkan hak pilihnya pada Pemilu 2019. Bagi kalangan warga berusia 60 tahun ke atas, dispendukcapil bakal jemput bola. Tidak hanya di tingkat UPTD, namun jika perlu, perekaman dilakukan di rumah warga. Dengan catatan, mereka sudah tidak mampu lagi mendatangi tempat perekaman e-KTP. ‘’Kami selalu menekankan, e-KTP penting bagi WNI mana pun,’’ tegasnya.

Sedangkan pemilih pemula ada 1.707 jiwa yang belum mengantongi e-KTP. Vifson mengklaim, mereka akan ter-cover perekaman sebelum hari H pemilu 17 April 2019 mendatang. Perekaman kalangan pemilih pemula dipastikan terus diupayakan melalui pelayanan sehari-hari. ‘’Kesulitannya lebih pada yang berusia 60 tahun ke atas karena mereka merasa tidak memerlukan KTP lagi. Untuk penduduk yang masuk kategori pemilih pemula, kami yakin bisa terkejar dalam tiga bulan,’’ ucapnya optimistis. (naz/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here