MadiunPeristiwa

16.825 Pincuk Nasi Pecel Pecahkan Rekor Dunia

MADIUN – Rekor dunia pecah di Kota Madiun! Sebanyak 16.825 pincuk nasi pecel yang disajikan di sepanjang Jalan Pahlawan kemarin pagi (22/6) tercatat sebagai yang terbanyak sejagat. Catatan itu sekaligus mematahkan rekor sebelumnya yang dipegang Kabupaten Blitar pada 2016 lalu.

Pecahnya rekor dunia itu menjadi kado manis Hari Jadi ke-100 Kota Madiun yang jatuh pada Rabu lalu (20/6). ‘’Kota Madiun telah mencatatkan prestasi yang spektakuler,’’ kata Executive Manager Museum Rekor-Dunia Indonesia (Muri) Sri Widayati.

Pemecahan rekor sajian nasi pecel terbanyak itu merupakan bagian dari Festival Nasi Pecel Pincuk yang digelar pemkot. Belasan ribu pincuk nasi pecel itu disajikan seratus pedagang kuliner ikon Kota Madiun tersebut serta stakeholder dari BUMN, BUMD, dan perhotelan wilayah setempat.

Yang menarik, usai upacara peringatan hari jadi, Wali Kota Madiun Sugeng Rismiyanto (SR) dan Ketua TP PKK Sri Ismah Sugeng Rismiyanto ikut berjualan nasi pecel dengan membuka ’’Warung Nasi Pecel Bu Sugeng’’ tepat di depan balai kota.

Widayati menyebut, rekor yang dipegang Kabupaten Blitar sebelumnya sebanyak 14.730 pincuk nasi pecel. Sedangkan Kota Madiun tercatat 2.095 pincuk, lebih banyak. Rekor baru itu tercatat di Muri sebagai rekor ke-8.476. ‘’Tapi khusus Kota Madiun sudah ada beberapa pemecahan rekor sebelumnya,’’ ujarnya.

Widayati memerinci, hingga kemarin tercatat ada enam rekor yang telah ditorehkan Kota Madiun. Selain sajian nasi pecel pincuk terbanyak, Kota Madiun juga tercatat pernah menggelar pameran gambar kodok terbanyak, dengan total gambar sebanyak 49.914 karya pada Februari 2006 lalu.

Beberapa rekor lain yakni rangkaian sambel pecel terpanjang (1.292 meter) yang ditorehkan pada Juni 2007 dan pembuatan madumangsa terbanyak (1.700 meter) pada Desember 2011. ‘’Kami mengapresiasi Kota Madiun atas upayanya memecahkan rekor sajian nasi pecel terbanyak ini. Seluruh sajian pun telah dinikmati masyarakat,’’ terang Widayati.

SR mengaku tidak ingin terlarut dalam perasaan pribadi atas capaian rekor tersebut. Dia menyebut pemecahan rekor dunia yang dicatat Muri atas sajian nasi pecel pincuk terbanyak kemarin merupakan buah kerja keras berbagai pihak termasuk pelaku usaha serta kalangan BUMN dan BUMD di Kota Madiun.

‘’Kesuksesan ini bukan saya pribadi, bukan juga wawali. Ini semua berkat seluruh elemen masyarakat. Upaya ini penting untuk mewujudkan nasi pecel tidak hanya sebagai bagian dari masyarakat Kota Madiun, tapi juga bagian dari kekayaan kuliner nasional dan dunia,’’ papar SR.

SR berharap, capaian rekor itu dapat semakin menstimulus geliat industri nasi pecel di Kota Madiun. Pun pihaknya men-support penuh agar nasi pecel bisa menjadi ikon kuliner yang mendunia. ‘’Tentu saja, pelaku UMKM nasi pecel harus terus menjaga kualitas maupun kebersihan sajiannya. Dengan begitu, akan bermuara pada peningkatan daya perekonomian para penjual nasi pecel termasuk masyarakat itu sendiri,’’ tuturnya.

Kepala Disbudparpora Agus Purwowidagdo menambahkan, Festival Pecel Pincuk yang digelar kemarin merupakan salah satu upaya pemkot memberdayakan dan memberi apresiasi tinggi terhadap para pelaku usaha mikro nasi pecel. ‘’Untuk menstimulus pemberdayaan, selain pemecahan rekor, kami juga kompetisikan sajian nasi pecel terbaik antarpedagang yang dinilai langsung oleh Indonesian Chef Asssociation,’’ ujarnya. (naz/c1/isd/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close