15.513 Keping E-KTP Dibakar, Kenapa?

187

PACITAN – Sebanyak 15.513 keping kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) yang tidak terpakai dibakar di halaman Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Pacitan kemarin (17/12). Itu sesuai instruksi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui surat edaran (SE) 470.13/11176/SJ tentang Penatausahaan e-KTP Rusak atau Invalid. ‘’Tidak hanya e-KTP, KTP lama juga seluruhnya dibakar,’’ kata Kepala Dispendukcapil Pacitan Supardiyanto.

SE Kemendagri tersebut diterima via Dispendukcapil Provinsi Jatim, Jumat lalu (14/12). Selain pemusnahan, pihaknya juga diminta mencatat dan melaporkan dengan berita acara ke Kemendagri. Pun diminta mengecek e-KTP invalid hasil pencetakan masal 2011-2013. ‘’Apabila ditemukan e-KTP rusak dilakukan pencatatan dan pemusnahan dengan cara dibakar,’’ ujarnya.

Menurut Supardiyanto, yang dimusnahkan tersebut merupakan KTP lawas yang ditukar e-KTP, KTP salah cetak, dan lainnya. Sebanyak 15.513 keping KTP tersebut bukan hanya simpanan 2018, melainkan sejak tahun-tahun sebelumnya. ‘’Sudah disimpan lama di gudang dispendukcapil,’’ imbuhnya.

Dia menyebut, instruksi awalnya hanya pemotongan e-KTP pada awal Desember lalu. Kemudian, ada instruksi baru untuk pemusnahan dengan cara dibakar. Padahal, pemotongan belum rampung. Dia tidak tahu pasti alasan instruksi pembakaran tersebut. ‘’Cuma sebelum ada instruksi pemotongan kami sudah lakukan pelubangan e-KTP jauh sebelumnya,’’ bebernya.

Pemusnahan tersebut juga dijaga satpol PP setempat. Kepala Satpol PP Pacitan Widy Sumardji mengatakan mendapat permintaan dari disdukcapil untuk mengamankan proses pembakaran. Sebab, pengamanan aset negara menjadi salah satu tugas satpol PP. ‘’Menurut aturan main, satpol PP juga dilibatkan untuk pengamanan,’’ ujarnya. (odi/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here