147 Hektare Lahan Sawah Terdampak Limbah Tambang Pasir

124

PONOROGO – Ratusan petani di empat desa di Kecamatan Jenangan resah. Pemicunya, saluran air menuju area persawahan mereka tersumbat lumpur yang diduga berasal dari penambangan dan pencucian pasir. Kondisi itu dikhawatirkan membuat tanaman padi tidak bisa tumbuh maksimal.

Keempat desa itu adalah Sraten, Jenangan, Sedah, dan Panjeng. Namun, yang paling parah Sraten. Pasalnya, tambang dan pencucian pasir tersebut lokasinya tidak jauh dari Sraten. ‘’Limbah pasir dibuang ke saluran irigasi hingga tertutup lumpur,’’ kata Kepala Desa Sraten Edi Purnomo kemarin (19/3).

Dia mengatakan, sedikitnya 77 hektare lahan persawahan di desanya yang terdampak. Pun, pihaknya menemukan saluran irigasi sepanjang tiga kilometer tertutup lumpur. ‘’Awalnya ada laporan warga. Lalu, kami cari penyebabnya, ternyata salurannya tertutup lumpur,’’ ujarnya.

Edi menyebut, sekitar 200 petani dari empat desa tersebut telah gotong royong membersihkan saluran irigasi yang tertutup lumpur. Namun, itu tidak cukup untuk memulihkan kondisi seperti sedia kala. ‘Yang masih belum dibersihkan sekitar dua kilometer,’’ sebutnya.

Sebenarnya, awal beroperasinya dua tambang dan pencucian pasir tersebut telah disepakati bahwa limbah tidak dialirkan ke saluran irigasi. Namun, kesepakatan itu ternyata tidak ditepati. Bahkan, dampaknya meluas ke lahan persawahan di sejumlah desa tetangga. ‘’Dulu katanya limbah dibuang di tempat khusus,’’ terang Edi.

Data yang dihimpun Radar Ponorogo, areal sawah yang terdampak limbah mencapai 140-an hektare. Perinciannya, Desa Sraten 77 hektare, Sedah 30, Panjeng 30, dan Jenangan 10 hektare. ‘’Sawah di desa lain yang terdampak sebagian besar terletak di perbatasan dengan desa kami,’’ katanya.

Permasalahan tersebut, lanjut Edi, sejatinya telah sampai ke pihak kecamatan. Namun, hingga saat ini belum ada solusi. Laporan yang pernah dia lontarkan saat musyawarah di tingkat kecamatan seolah menguap begitu saja. ‘’Kami tidak mempermasalahkan keberadaan tambang. Tapi, pengelolaannya seharusnya mempertimbangkan aspek lingkungan,’’ tekannya.

Dia berharap, permasalahan tersebut segera klir. Itu mengingat tambang dan pencucian pasir juga menjamur di wilayah hilir. ‘’Semua berada di daerah gunung. Limbahnya ke sini semua kalau dibuang ke saluran irigasi,’’ bebernya. (mg7/c1/isd) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here